Konflik Gaza Memanas, Pengamat Nilai AS Masih Gagal Menekan Israel - Telusur

Konflik Gaza Memanas, Pengamat Nilai AS Masih Gagal Menekan Israel

Eskalasi serangan militer Israel di Jalur Gaza

telusur.co.id - Eskalasi serangan militer Israel di Jalur Gaza kembali memicu sorotan internasional. Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut mencerminkan belum adanya komitmen penuh dari pemerintah Israel untuk melanjutkan fase kedua kesepakatan perdamaian yang sebelumnya telah disepakati.

Jurnalis dan penulis buku The Palestine Laboratory, Antony Loewenstein, menilai tindakan Israel menunjukkan bahwa pemerintahnya tidak menerima sejumlah ketentuan baru dalam proses perdamaian yang tengah diupayakan.

"Israel tidak menerima persyaratan baru dari kesepakatan damai ini," ujar Loewenstein dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Menurutnya, persoalan utama kini bukan hanya sikap Israel, tetapi juga sejauh mana Amerika Serikat bersedia menggunakan pengaruhnya untuk mendorong sekutunya tersebut menghentikan operasi militer di Gaza.

"Pertanyaannya adalah apakah AS bersedia memberikan tekanan yang diperlukan kepada Israel untuk menghentikan tindakannya. Sejarah menunjukkan jawabannya kemungkinan besar tidak," katanya.

Loewenstein juga berpendapat bahwa dinamika politik domestik Israel menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah kebijakan pemerintah. Menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober, ia menilai para tokoh politik utama memiliki pandangan yang relatif serupa terkait konflik Gaza.

Ia menyebut bahwa, terlepas dari siapa yang memimpin pemerintahan baik Benjamin Netanyahu, Naftali Bennett, maupun figur politik lainnya perbedaan kebijakan terhadap isu Palestina dinilai tidak terlalu signifikan.

Lebih lanjut, Loewenstein mengatakan bahwa hingga saat ini Washington belum menunjukkan tekanan yang cukup kuat terhadap Israel. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah Israel tetap melanjutkan kebijakannya tanpa menghadapi konsekuensi diplomatik yang berarti.

"Sejauh ini, AS belum memberikan tekanan apa pun, dan Israel lolos begitu saja. Pertanyaannya sekarang, apakah Donald Trump akan mengubah situasi itu? Sikap skeptis tetap beralasan," ujarnya.

Pernyataan Loewenstein merupakan analisis dan opininya mengenai perkembangan konflik. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun Amerika Serikat yang secara langsung menanggapi penilaian tersebut. Situasi di Gaza sendiri masih menjadi perhatian komunitas internasional, sementara berbagai upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata dan melanjutkan proses perdamaian terus berlangsung.


Tinggalkan Komentar