Krisdayanti : Gorden Rumah Dinas Masih Bagus Tidak Perlu Ganti. - Telusur

Krisdayanti : Gorden Rumah Dinas Masih Bagus Tidak Perlu Ganti.

Anggota Komisi IX DPRRI Fraksi PDI Perjuangan Krisdayanti (KD). Foto: Bambang Tri P

telusur.co.id -Polemik soal anggaran gorden untuk 505 unit rumah dinas anggota DPR RI di Kalibata Jakarta Selatan, yang mencapai Rp48.745.624.000,- ternyata anggota Komisi IX DPRRI dari Fraksi PDI Perjuangan Krisdayanti (KD) mengaku sejak dirinya dilantik menjadi anggota DPR pada Oktober 2019 lalu itu membeli gorden sendiri dan kondisinya kini masih bagus. "Saya ganti dan beli sendiri saat menempati rumah dinas DPR pada Oktober 2019, saat itu gordennya memang sudah rusak. Jadi, sekarang tidak perlu diganti karena kondisinya masih bagus. Saya beli sendiri, gak perlu nunggu dianggarkan Kesekjenan DPR RI," tegas Krisdayanti pada wartawan di Jakarta, Selasa (29/3/2022).


Salah satunya, anggota DPR Fraksi PDIP Krisdayanti. Ia menilai belum ada urgensi mengganti gorden saat ini. Sebab, banyak perkara mendesak lain yang perlu diatasi oleh DPR dibanding menggunakan anggaran untuk mengganti gorden. “Jujur saja saya kurang melihat urgensi curtain di saat seperti ini yah. Sepengetahuan saya, rumah dinas DPR sudah direnovasi saat saya baru dilantik 2019 lalu. Dan barang-barangnya pun saat itu diganti baru. Kalau gorden rumah dinas maupun kantor saya pakai biaya sendiri," kata Krisdayanti.

Namun, menurut Krisdayanti harga penggantian gorden cukup masuk akal jika digunakan untuk rumah dinas DPR selama 5 periode ke depan. “Kalau curtainnya harga segitu buat sampai 5 periode ke depan, masuk akal saja. Tapi saya tidak bisa bicara banyak di hal hal yang saya kurang ahli di bidangnya, ya kurang tahu bahan curtain apa, beli di mana," jelas Krisdayanti.

Ia menegaskan usulan terkait penggantian gorden tidak datang dari anggota dewan. Ia pun memastikan tidak akan mengganti gorden rumah dinasnya. “Usulan tersebut tidak datang dari anggota dewan. Jadi saya tidak tahu dasar penganggarannya. Curtain saya masih bagus. Tidak perlu diganti," ungkapnya.

Karena itu pihaknya akan meminta Setjen untuk mengkaji ulang anggaran gorden tersebut. Menurut dia, banyak masalah lain yang lebih mendesak dan memerlukan anggaran negara. Misalnya, soal kelangkaan minyak goreng.

“Yang bisa saya bantu saat ini sebagai wakil rakyat, saya akan bantu untuk minta anggaran tersebut dikaji ulang agar uang negara tersalurkan efektif. Saya sepakat untuk menggunakan anggaran negara dengan lebih bijak," kata Krisdayanti.

Sebelumnya Sekjen DPR RI Indra Iskandar menjelaskan jika anggaran itu sudah diajukan sejak 2015 dan 2019, tapi belum ada anggaran di Kementerian Keuangan RI. Dan, baru tahun 2022 ini ada anggarannya. “Ini pun sudah dilakukan dengan lelang terbuka," ujarnya.

Yang pasti seluruh gorden dan furnitur yang digunakan adalah produksi dalam negeri. Sedangkan gorden lama yang sudah 13 tahunan itu ada yang rusak, hilang dan sebagainya sehingga perlu diganti yang baru. Pergantian gorden itu untuk 505 unit rumah dan terdiri dari 11 item. Ke-11 item tersebut meliputi; gorden untuk ruang tamu, kamar, dapur, sofa dan sebagainya dengan standar dalam negeri.

Sedangkan untuk pengaspalan, karena sudah banyak yang tergerus air hujan dan bolong-bolong, maka perlu diperbaiki. Apalagi kata Indra, pada 22 Oktober 2022 mendatang akan ada pertemuan P20, dihadiri 120 negara dan 120 tamu undangan DPR di Gedung DPR RI Senayan Jakarta.

Luas yang akan diaspal adalah 85.300 meter persegi membutuhkan 7.700 ton aspal dan akan selesai pada Juli 2022, karena pada Agustus akan ada sidang tahunan MPR/DPR/DPD RI untuk APBN 2023. “Jadi, saya minta informasi ini disampaikan secara utuh tidak dipotong-potong,” pungkasnya. (btp)
 


Tinggalkan Komentar