telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, M. Rizky, menegaskan bahwa penyerapan aspirasi masyarakat harus berujung pada tindak lanjut yang jelas, bukan berhenti sebagai catatan dalam sebuah pertemuan.
Menurut M. Rizky, dialog bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan DPRD. Melalui pertemuan langsung, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara lebih utuh sekaligus dipahami berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Yang paling penting bukan hanya mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat, tetapi bagaimana kita melihat persoalannya, menentukan apa yang menjadi kebutuhan prioritas, kemudian mendorong tindak lanjut sesuai kewenangan yang ada,” ujar M. Rizky.
Ia menilai persoalan masyarakat memiliki karakter yang berbeda-beda. Sebagian membutuhkan penanganan segera melalui koordinasi dengan perangkat pemerintah terkait, sementara persoalan lainnya membutuhkan proses perencanaan dan kebijakan yang lebih panjang.
Karena itu, menurut M. Rizky, komunikasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD perlu terus dibangun. Dengan komunikasi yang terbuka, persoalan di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan jalur penyelesaiannya.
Selain menyerap aspirasi, M. Rizky juga menilai forum dialog merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami lebih jauh tugas dan fungsi DPRD. Hal tersebut penting agar masyarakat mengetahui ruang kewenangan wakil rakyat sekaligus memahami bagaimana sebuah aspirasi dapat diproses menjadi bahan kebijakan.
“DPRD tentu memiliki kewenangan dan mekanisme yang harus dijalankan. Tetapi bukan berarti aspirasi masyarakat kemudian berhenti. Kita bisa mengawal, berkoordinasi, dan memastikan persoalan yang disampaikan mendapatkan perhatian dari pihak yang memiliki kewenangan,” katanya.
Menurutnya, keterbukaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat kepada lembaga legislatif. Warga perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan persoalan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai langkah yang dapat ditempuh.
M. Rizky berharap komunikasi dengan masyarakat dapat terus berlangsung setelah kegiatan selesai. Dengan begitu, perkembangan persoalan yang disampaikan warga dapat terus dipantau dan dikawal secara berkelanjutan.
Bagi M. Rizky, ukuran keberhasilan dialog bukan sekadar banyaknya aspirasi yang berhasil dihimpun, melainkan sejauh mana suara masyarakat dapat diterjemahkan menjadi perhatian, pengawasan, dan langkah nyata sesuai mekanisme yang berlaku. (VC)



