M. Rizky Dorong Gen Z Melek Demokrasi, Kritis Hadapi Arus Informasi Politik - Telusur

M. Rizky Dorong Gen Z Melek Demokrasi, Kritis Hadapi Arus Informasi Politik

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, M. Rizky

telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, M. Rizky, mendorong generasi muda, khususnya Gen Z dan pemilih pemula, untuk memperkuat pemahaman demokrasi agar mampu menjadi generasi yang kritis, rasional, sekaligus bertanggung jawab dalam kehidupan publik.

Menurut M. Rizky, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan demokrasi. Terlebih, anak muda saat ini tumbuh di tengah arus informasi yang begitu cepat, sehingga kemampuan memahami dan menyaring informasi menjadi bagian penting dari pendidikan demokrasi.

“Anak muda hari ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Karena itu, mereka harus punya bekal demokrasi yang kuat supaya tidak mudah percaya begitu saja pada informasi yang diterima dan mampu menentukan sikap berdasarkan pengetahuan,” ujar M. Rizky.

Ia mengatakan, pendidikan demokrasi tidak boleh dipahami sebatas persoalan pemilu atau memilih calon pemimpin. Demokrasi juga berkaitan dengan keberanian menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan pendapat, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta ikut mengawasi jalannya pemerintahan.

Karena itu, M. Rizky mendorong agar generasi muda memiliki pemahaman yang cukup mengenai bagaimana pemerintahan dan lembaga legislatif bekerja. Termasuk memahami fungsi DPRD dalam pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi mampu mengambil bagian secara aktif dan bertanggung jawab.

“Jangan sampai anak muda hanya ramai membicarakan politik, tetapi tidak memahami bagaimana prosesnya. Kita ingin mereka bukan sekadar menjadi penonton atau komentator, tetapi benar-benar memahami demokrasi dan berani mengambil bagian di dalamnya,” katanya.

M. Rizky juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, termasuk hoaks dan narasi politik yang dapat membentuk opini tanpa dasar yang kuat.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis harus dibangun dengan kebiasaan mencari informasi dari sumber yang dapat dipercaya, memahami persoalan secara utuh, serta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Selain itu, ia menilai pemilih pemula perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak politik secara rasional dan tidak mudah dipengaruhi oleh praktik politik uang maupun kepentingan sesaat.

“Pilihan politik harus lahir dari kesadaran dan pertimbangan yang rasional. Anak muda harus punya keberanian menentukan sikap berdasarkan apa yang mereka pahami, bukan karena tekanan atau iming-iming tertentu,” ujarnya.

M. Rizky berharap pendidikan demokrasi dapat menjadi bekal jangka panjang bagi Gen Z untuk membangun kehidupan publik yang lebih sehat. Menurutnya, generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan keberanian yang besar, sehingga perlu diarahkan menjadi kekuatan positif dalam demokrasi.

“Kita ingin Gen Z menjadi generasi yang berani bersuara, tetapi juga bertanggung jawab. Kritis boleh, berbeda pilihan boleh, tetapi semuanya harus dibangun dengan pengetahuan dan cara berpikir yang sehat,” pungkas M. Rizky. (VC)


Tinggalkan Komentar