Manajemen Persija Buka Suara soal Kenaikan Harga Tiket Launching Skuad Hingga Picu Ancaman Boikot The Jakmania - Telusur

Manajemen Persija Buka Suara soal Kenaikan Harga Tiket Launching Skuad Hingga Picu Ancaman Boikot The Jakmania

The Jakmania memadati Jakarta International Stadium (JIS). Foto: Telusur.co.id/Wijdanu Rahadian.

telusur.co.id -Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, memberikan klarifikasi terkait polemik kenaikan harga tiket yang belakangan diprotes The Jakmania.

Kenaikan harga tiket tersebut menjadi sorotan setelah kelompok suporter Persija itu menyuarakan protes hingga menyerukan aksi boikot terhadap acara launching skuad dan jersey Persija Jakarta yang dirangkaikan dengan laga uji coba kontra Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), 29 Agustus 2026 mendatang.

Salah satu hal yang diluruskan Bambang Pamungkas atau yang akrab disapa Bepe adalah anggapan bahwa manajemen Persija memandang The Jakmania sebagai konsumen atau customer.

"Pertama-tama mungkin saya mewakili manajemen menyampaikan bahwa yang beredar selama ini bahwa The Jakmania adalah customer itu tentu tidak demikian," kata Bepe kepada awak media di Kantor Persija, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026). 

Menurutnya, hubungan Persija dengan The Jakmania tidak sebatas hubungan antara klub dan pembeli tiket. Ia menyebut kedua pihak memiliki ikatan historis yang kuat, terutama dalam perjuangan membawa nama Jakarta.

"Kita tentu menganggap The Jakmania sebagai suporter kita yang sama-sama dari awal secara historis memiliki ikatan batin yang kuat untuk bertarung atau berjuang atas nama Kota Jakarta. Jadi statement atau apa yang beredar di media sosial itu menurut saya tidak tepat," tegasnya.

Pria yang identik dengan nomor 20 ini juga meluruskan kabar yang menyebut kenaikan harga tiket Persija mencapai 70 persen. Menurutnya, angka tersebut tidak menggambarkan keseluruhan skema penjualan tiket pertandingan.

"Ada hal juga yang mungkin perlu saya sampaikan bahwa beredar kabar atau mungkin seliweran bahwa kenaikan tiket itu mencapai di angka 70%. Sebenarnya kalau saya boleh sedikit meluruskan, bahwa tiket yang kami umumkan secara resmi di platform Persija itu adalah tiket yang dijual secara online," jelasnya.

Ia menerangkan, Persija memiliki alokasi tiket khusus bagi The Jakmania yang penyalurannya dilakukan melalui Pengurus Pusat (PP) The Jakmania dan koordinator wilayah (Korwil).

"Artinya ada alokasi tiket khusus bagi pendukung setia kami The Jakmania yang akan didistribusikan melalui PP (Pengurus Pusat) The Jakmania dan Korwil masing-masing. Nah, tiket tersebut memang ada kenaikan, tapi menurut kami tidak terlalu signifikan," papar Bambang.

Lebih lanjut ia kemudian merinci perubahan harga tiket yang menjadi alokasi khusus The Jakmania. Untuk kategori 2, harga tiket yang sebelumnya berada di angka Rp100 ribu naik menjadi Rp130 ribu. Sementara tiket yang sebelumnya Rp130 ribu menjadi Rp150 ribu.

"Tiket yang tadinya kategori 2 yang menjadi alokasi The Jakmania, yang tadinya Tier 1-nya 100 ribu menjadi 130 ribu, kemudian yang 130 ribu menjadi 150 ribu. Nah, itu yang kita alokasikan untuk The Jakmania," tuturnya.

Atas dasar tersebut, Bepe menegaskan harga tiket termurah yang tercantum dalam pengumuman resmi Persija di platform daring bukan menjadi satu-satunya opsi bagi The Jakmania.

"Jadi kalau ada yang beranggapan bahwa tiket termurahnya di angka yang kita sampaikan di pengumuman resmi itu, tidak demikian. Jadi ada alokasi khusus bagi pendukung kami The Jakmania," tutupnya.

Polemik harga tiket ini menjadi salah satu isu yang mengiringi persiapan Persija menuju acara launching tim dan jersey musim 2026/2027. Dalam agenda tersebut, Macan Kemayoran juga dijadwalkan menghadapi Brisbane Roar dalam laga uji coba di JIS pada 29 Agustus 2026.


Tinggalkan Komentar