Menjemput Asa di Pesisir Kenjeran: Aksi kecil PMKRI Surabaya Wujudkan Penguatan Ekologis - Telusur

Menjemput Asa di Pesisir Kenjeran: Aksi kecil PMKRI Surabaya Wujudkan Penguatan Ekologis

Aksi kecil PMKRI Cabang Surabaya membersihkan sampah di pesisir Pantai Kenjeran

telusur.co.id - Di balik deburan ombak Pantai Kenjeran yang tenang pada Minggu (22/2/2026), tersimpan persoalan lingkungan yang pelik. Sejak pukul 10.00 pagi hingga 15.00 sore, sebanyak 15 aktivis muda dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Surabaya turun ke bibir pantai, bukan untuk berwisata, melainkan untuk menyisir tumpukan limbah yang kian mengkhawatirkan.

Aksi bakti sosial ini dikoordinatori langsung oleh Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Surabaya, Yohanes Gersoni Sebatu. Langkah ini diambil setelah mendapatkan restu serta keluhan dari pengurus RT setempat yang merasa kewalahan menghadapi persoalan sampah di wilayahnya.

"RT setempat mengeluhkan banyaknya sampah karang yang tidak bisa terurai. Selama ini, warga kebingungan harus dikemanakan sampah-sampah tersebut, sehingga hanya bisa ditumpuk dan disebar begitu saja di pinggir pantai," tandas Yohanes di sela-sela aksi pembersihan.

Dalam kurun waktu lima jam, belasan mahasiswa ini berhasil mengumpulkan sedikitnya enam karung besar sampah. Namun, yang lebih mengejutkan adalah komposisi sampah yang ditemukan.

Plastik kemasan makanan, sterefoam, hingga popok bayi mendominasi hasil tangkapan mereka. Bahkan, ditemukan pula limbah pakaian bekas yang tersangkut di antara tumpukan plastik. Keberadaan limbah-limbah ini menjadi potret nyata bahwa, kesadaran manajemen sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar di kawasan pesisir Kota Pahlawan.

Lebih dari Sekadar Membersihkan

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempercantik pemandangan pantai secara instan. Melalui gerakan ini, PMKRI Surabaya berupaya menjembatani keresahan warga lokal, seperti pengurus RT yang selama ini merasa sendirian menghadapi tumpukan sampah tak terurai, dengan aksi nyata mahasiswa.

“Meskipun jumlah personel yang turun terbatas pada angka 15 orang, volume sampah yang berhasil diangkat menjadi bukti bahwa kepedulian kecil yang terorganisir mampu memberikan dampak langsung,” ungkapnya. 

Aksi tersebut, kata Yohanes, sekaligus menjadi refleksi bagi para pemangku kebijakan dan wisatawan: bahwa laut bukanlah tempat pembuangan akhir yang luas tanpa batas.

“Pantai Kenjeran adalah wajah Surabaya. Dan hari ini, melalui enam karung sampah yang terkumpul, PMKRI Surabaya mencoba membersihkan wajah tersebut dari noda-noda ketidaksadaran manusia,” tutup Yohanes. (ari)


Tinggalkan Komentar