telusur.co.id - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memajukan kebudayaan Indonesia saat hadir pada Studium Generale Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), bagian dari Baitul Arqam Mahasiswa 2026. Acara bertema “Visi dan Strategi Kemajuan Kebudayaan Islam di Indonesia” berlangsung di Gedung At-Tauhid Tower, dan diikuti oleh anggota, pimpinan, serta civitas akademika Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Menbud menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang megadiverse, mulai dari bahasa, tradisi lisan, manuskrip, adat-istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan tradisional, hingga seni. “Dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah, Indonesia memiliki potensi menjadi pusat kebudayaan dunia sekaligus kekuatan besar di bidang kebudayaan,” jelas Fadli Zon yang disambut antusias oleh peserta.
Menbud juga menekankan sejarah akulturasi Islam di Nusantara yang harmonis dengan tradisi lokal. Indonesia, menurutnya, mampu menghargai perbedaan dan toleransi, sehingga warisan budaya Hindu-Buddha seperti Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Plaosan tetap terawat hingga kini. “Toleransi inilah yang membuat Islam mudah diterima di berbagai tempat, termasuk di Nusantara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fadli Zon menekankan bahwa pemajuan kebudayaan membutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, swasta, dan masyarakat. Kebudayaan, selain menjadi kekuatan ekonomi melalui industri dan ekonomi budaya, juga berperan dalam diplomasi dan pembentukan jati diri bangsa.
Rektor UMSURA, Mundakir, memperkenalkan identitas baru kampus dengan tagline “Home of Champions”, menggantikan tagline sebelumnya, “Kampus Sejuta Inovasi”. Mundakir menekankan semangat mendorong seluruh mahasiswa dan alumni menjadi juara di bidang akademik maupun non-akademik.
Acara ini juga dihadiri Wakil Rektor I UMSURA, Muhammad Anas; Ketua LPI UMSURA, Mungkaiyat Al-Amin; Ketua LHKP PWM Jawa Timur, Jai Mirdasih; serta jajaran civitas akademika UMSURA. Turut mendampingi Menbud, Staf Khusus Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan XI Jawa Timur, Endah Budi Heryani.
Kunjungan Menteri Kebudayaan ini disambut sebagai momentum strategis untuk membangun kolaborasi antara UMSURA dan Kementerian Kebudayaan dalam pengembangan karakter mahasiswa dan pemajuan kebudayaan Indonesia di masa depan. [ham]



