Menteri PKP Cek Kesiapan Rusun TOD Manggarai, Groundbreaking Dijadwalkan 21 Agustus - Telusur

Menteri PKP Cek Kesiapan Rusun TOD Manggarai, Groundbreaking Dijadwalkan 21 Agustus

Menteri PKP Maruarar Sirait (pertama kiri) bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin (kedua kiri) saat meninjau kesiapan pembangunan Rusun TOD di Jakarta. Sumber foto: Humas Kementerian PKP

telusur.co.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau kesiapan pembangunan Rumah Susun (Rusun) Transit Oriented Development (TOD) Manggarai di kawasan aset PT Kereta Api Indonesia (Persero), Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Keduanya mengecek lokasi pembangunan di Blok F dan Blok G sekaligus melihat rancangan hunian yang akan dikembangkan di kawasan tersebut.

Salah satu bagian yang ditinjau adalah mockup hunian tipe 45. Unit seluas sekitar 45 meter persegi itu dirancang memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta ruang keluarga.

Maruarar mengatakan pembangunan hunian vertikal di kawasan strategis seperti Manggarai membutuhkan sinergi antara pemerintah dan badan usaha milik negara.

“Malam ini kami akan melakukan pembahasan dengan BPKP dan Pak Hasyim serta Dirut KAI untuk membahas tata kelola dan aturan yang diperlukan untuk mengakomodir skema pembangunan rusun ini,” ujar Ara sapaan akrab Maruarar kepada wartawan.

Ara menerangkan, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat perkotaan, terutama di tengah semakin terbatasnya ketersediaan lahan.

“Fungsi kami yakni sebagai regulator, membuat aturan dan kebijakan dan pihak KAI sebagai operator yakni membangun, inilah bukti saling sinergi antara KAI dengan Kementerian PKP,” imbuh dia.

Konsep TOD yang diterapkan dalam proyek ini ditujukan untuk memperpendek jarak antara tempat tinggal dan transportasi publik. Dengan lokasi yang terintegrasi dengan Stasiun Manggarai, penghuni nantinya diharapkan dapat mengurangi waktu serta biaya perjalanan sehari-hari.

Proyek Rusun TOD Manggarai akan dikembangkan di Blok F dan Blok G kawasan Stasiun Manggarai dengan memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI.

Total lahan yang disiapkan mencapai sekitar 21.939 meter persegi. Dari jumlah tersebut, sekitar 15.014 meter persegi berada di Blok F dan 6.925 meter persegi berada di Blok G.

Secara tata ruang, lokasi pembangunan masuk dalam Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1), yang memungkinkan pengembangan rumah susun.

Perencanaan bangunan juga mempertimbangkan aspek keselamatan serta ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Ketinggian bangunan dibatasi maksimal 151 meter.

Dengan konsep pembangunan vertikal, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) ditetapkan maksimal 55 persen, sedangkan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal 11. Bangunan direncanakan memiliki ketinggian hingga 36 lantai.

Dari sisi aksesibilitas, kawasan hunian hanya berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai. Jarak tersebut diperkirakan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu sekitar empat menit.

Fasilitas umum dan fasilitas sosial juga tersedia dalam radius sekitar tiga kilometer dari kawasan pembangunan.

Secara keseluruhan, proyek ini akan menyediakan 1.232 unit hunian yang tersebar di tiga menara utama. Selain hunian, pengembang juga menyiapkan 150 unit ruang retail untuk menopang kegiatan ekonomi di kawasan tersebut.

Ruang retail itu terdiri atas 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

Hunian akan ditawarkan dalam tiga tipe. Tipe 28 atau studio memiliki luas sekitar 28 meter persegi, dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu.

Kemudian terdapat Tipe 36 seluas sekitar 36 meter persegi yang terdiri atas dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu.

Sementara Tipe 45 memiliki luas sekitar 45 meter persegi, dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

Untuk mendukung keterjangkauan pembiayaan, hunian tersebut akan menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema tersebut dirancang dengan suku bunga 6 persen dan tenor hingga 40 tahun.

Pembangunan Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026. Sementara pembangunan Blok F direncanakan menyusul pada Oktober 2026.

Lebih lanjut, Ara menilai proyek TOD Manggarai dapat menjadi salah satu contoh pengembangan kawasan hunian perkotaan yang menggabungkan tempat tinggal, transportasi publik, dan kegiatan ekonomi.

Konsep tersebut, menurut dia, relevan untuk menjawab tantangan penyediaan rumah di kota-kota besar, ketika harga dan ketersediaan lahan menjadi salah satu persoalan utama.

Pengembangan Rusun TOD Manggarai merupakan bagian dari kolaborasi Kementerian PKP, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian BUMN, dan PT KAI untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.

Selain menambah pasokan hunian, proyek ini diarahkan untuk mendukung penataan kawasan padat dan kumuh menjadi lingkungan yang lebih layak, aman, tertata, serta terhubung dengan jaringan transportasi publik.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, perusahaan siap memulai pembangunan setelah seluruh persiapan dan aspek tata kelola diselesaikan.

“Kita akan melakukan groundbreaking tanggal 21 Agustus 2026 jam 9 pagi dan siap bangun,” ujar dia.

 

 

Editor: Farouq Iskandar


Tinggalkan Komentar