telusur.co.id - Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan pasukan Yaman menargetkan sebuah kapal militer yang berafiliasi dengan Arab Saudi dan empat kapal militer pendamping di lepas pantai Mokha di Laut Merah dengan rudal balistik.
Seperti yang dikutip oleh televisi Al-Masirah Yaman pada hari Senin (17/8/2026), Saree mengatakan bahwa kapal militer dan empat perahu yang menyertainya dihantam oleh beberapa rudal balistik, dan menambahkan bahwa serangan tersebut "tepat dan langsung."
Dia mengatakan bahwa kapal militer itu hangus terbakar setelah serangan tersebut, sementara beberapa perahu pengiring tenggelam dan perahu lainnya terbakar.
Saree juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata Yaman memantau dengan cermat pergerakan dan konsentrasi pasukan Saudi.
Dia memperingatkan bahwa setiap pergerakan atau konsentrasi pasukan Saudi, baik di darat maupun di laut, akan menjadi sasaran.
Ia selanjutnya mengatakan bahwa angkatan bersenjata Yaman akan terus menerapkan "strategi pengepungan-balas-kepungan" dan akan menargetkan posisi dan konsentrasi pasukan Saudi di mana pun mereka berada.
Secara terpisah, Saree mengatakan pasukan Yaman melakukan serangan pesawat tak berawak terhadap gudang senjata milik pasukan yang berafiliasi dengan Arab Saudi di kamp Sahn al-Jan di provinsi Marib.
Dia mengatakan serangan pesawat tak berawak itu dilakukan dengan akurat dan menyebabkan gudang senjata terbakar.
Serangan-serangan tersebut terjadi setelah peningkatan kembali pertempuran dalam beberapa hari terakhir antara angkatan bersenjata Yaman dan pasukan yang berafiliasi dengan rezim yang didukung Saudi di beberapa front di Yaman.
Angkatan bersenjata Yaman telah melakukan serangan rudal dan drone terhadap posisi dan kamp milik pasukan yang berafiliasi dengan Arab Saudi di provinsi Marib dan Hadramout.



