telusur.co.id -PT MRT Jakarta (Perseroda) terus berkomitmen membangun budaya tertib bertransportasi publik di kalangan masyarakat, salah satunya dengan merangkul generasi muda. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama para finalis Abang None (Abnon) Jakarta Utara 2026 dalam program khusus bertajuk Station Attendant for a Day.
Program yang telah digelar sejak tahun 2022 silam ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung bagi para finalis untuk merasakan lingkungan kerja sekaligus berinteraksi langsung dengan sistem operasional di stasiun MRT Jakarta.
Kepala Departemen Stakeholder Relationship Management MRT Jakarta, Frangky Ertanto, menyatakan bahwa kehadiran para finalis Abnon ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk melibatkan berbagai komponen masyarakat.
"Hari ini kami kedatangan finalis Abang None Jakarta Utara, ini jadi salah satu inisiatif dari MRT Jakarta untuk melibatkan masyarakat, khususnya komponen-komponen di masyarakat untuk ikut membantu dan juga membangun budaya masyarakat dalam bertransportasi publik," ujar Franky saat ditemui usai memberikan pengarahan di Transport Hub MRT Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Franky menilai, ajang pemilihan Abang None bukan sekadar kompetisi daerah, melainkan sebuah wadah potensial yang dapat menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat di ruang publik. Melalui figur-figur muda berbakat ini, pesan-pesan edukasi diharapkan dapat tersampaikan dengan lebih luas dan efektif.
"Jadi kami percaya sebenarnya kegiatan Abang None ini bisa jadi momentum yang baik untuk bisa ikut menyebarluaskan nilai-nilai ketertiban ketika berada di ruang publik. Jadi kita percaya sebenarnya ketertiban itu bisa dimulai dari hal yang paling sederhana dan tentunya juga dengan dibantu dari berbagai elemen masyarakat," tambah Frangky.
Lebih lanjut, Frangky menekankan bahwa masa depan transportasi publik sangat bergantung pada kesadaran generasi hari ini. Mengingat konsep transportasi publik bersifat jangka panjang, penanaman karakter dan etika bertransportasi sejak dini menjadi hal yang mutlak dilakukan agar budaya positif ini tidak terputus.
"Sangat penting, karena memang konsep transportasi publik itu keberlanjutan dan memang orang-orang yang sekarang saat ini adalah generasi muda, kedepannya itu kan pasti akan menjadi pengguna moda transportasi publik, sehingga kalau kita tidak mengajarkan bagaimana sebenarnya pentingnya bertransportasi publik, kemudian nilai-nilai perilaku di ruang publik, nilai-nilai itu bisa hilang kalau tidak kita tanamkan dengan melibatkan generasi muda," tegasnya.
Melalui keterlibatan aktif dalam program Station Attendant for a Day, MRT Jakarta berharap para finalis Abang None Jakarta Utara tidak hanya menjadi pengguna, melainkan juga agen perubahan yang mampu menginspirasi lingkungan sekitar mereka.
"Harapannya mereka ikut membantu menyebarluaskan ke masyarakat bahkan mungkin ke banyak elemen, bahwa sebetulnya ketika kita di ruang publik, kita bisa menciptakan pengalaman bertransportasi publik yang tertib, nyaman, aman untuk semua orang," tutup Frangky.
Melalui program tersebut, MRT Jakarta optimistis sistem transportasi yang modern tidak hanya didukung oleh infrastruktur yang canggih, tetapi juga dibarengi dengan kesiapan mental dan budaya masyarakat yang tertib dan saling menghargai di ruang publik.



