MUI: BoP Belum Tunjukkan Kemaslahatan Bagi Palestina - Telusur

MUI: BoP Belum Tunjukkan Kemaslahatan Bagi Palestina


telusur.co.id -  Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP masih menimbulkan perbincangan luas di tengah masyarakat. Berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, intelektual, hingga internal MUI, memberikan respons beragam, ada yang mendukung, namun tidak sedikit pula yang menolak.

Menurut Prof Sudarnoto, dinamika tersebut mendorong Presiden untuk mengundang sejumlah tokoh Islam, termasuk pimpinan MUI, guna memberikan penjelasan terkait alasan kehadiran Indonesia sebagai anggota BoP. Meski demikian, perdebatan di ruang publik terus berlanjut.

Sebagai respons atas situasi itu, HLNKI MUI membentuk tim kecil beranggotakan lima orang untuk melakukan riset mendalam mengenai kondisi di Gaza dan Palestina, termasuk mencermati pernyataan tokoh-tokoh penting Israel dan Amerika Serikat yang disebut sebagai bagian dari Board of Peace (BoP), serta pandangan masyarakat Palestina terhadap BoP.

Hasil sementara yang telah dilaporkan dalam Rapat Pimpinan MUI menunjukkan bahwa situasi di Gaza dan Palestine secara umum belum menunjukkan perbaikan, bahkan cenderung memburuk. Peningkatan tindakan kekerasan dan persekusi, baik oleh Israel Defense Forces (IDF) maupun oleh warga Israel terhadap warga Palestina, termasuk di Tepi Barat, menjadi salah satu temuan utama tim.

“Melihat kecendungan ini naik, maka sementara ini disimpulkan bahwa BoP belum menunjukkan sebagai sebuah badan yang memberikan maslahat, memberikan kemaslahatan apalagi bagi penduduk Gaza, Palestina, dan pada bidang-bidang lain atau aspek-aspek kedudukan lain di mana arah untuk menjadi negara merdeka itu masih belum terlihat,” ujar Prof Sudarnoto di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan temuan faktual tersebut, MUI akan menyusun rekomendasi resmi untuk disampaikan kepada Presiden. Rekomendasi itu mengarah pada sikap agar Indonesia tetap menjadi anggota BoP untuk sementara, sembari terus memantau perkembangan situasi di lapangan, atau menarik diri dari BoP yang belum juga menunjukan kemaslahatan. 

“Rekomendasi yang akan kita sampaikan kepada Presiden adalah silakan Indonesia tetap menjadi anggota BoP, tetapi dengan tetap melihat apakah situasi memburuk itu akan berlanjut,” ungkapnya.

Namun demikian, Prof Sudarnoto menegaskan, apabila kondisi di Gaza dan Palestina terus memburuk, MUI akan mengusulkan agar Indonesia mempertimbangkan untuk menarik diri dari BoP.

“Kalau situasi memburuk itu berlanjut, maka diusulkan agar Indonesia menarik diri dari BoP," ujarnya.

Tim HLNKI, lanjutnya, masih akan terus bekerja memantau perkembangan dalam dua hingga tiga minggu ke depan guna memperbarui data dan analisis.

“Tim ini dibentuk untuk membantu Presiden, memberikan masukan dan taushiyah. Pada akhirnya keputusan akhir ikut atau tidak itu ada pada Presiden. Tetapi sebagai Mitra Pemerintah, sebagai Sodikul Hukuma, Majlis Ulama Indonesia berkewajiban untuk memberikan tausyah, untuk memberikan masukan, taujihan kepada Presiden, kalau situasinya seperti ini, maka sebaiknya Presiden melakukan langkah-langkah seperti ini,” pungkasnya.[Nug] 

 

 


Tinggalkan Komentar