telusur.co.id - Nissan resmi meluncurkan penyegaran untuk mobil listrik mungil andalannya, Nissan Sakura, di pasar Jepang. Model ini diposisikan untuk memperkuat persaingan di segmen kendaraan listrik kompak, termasuk menghadapi rival baru seperti BYD yang akan menghadirkan model BYD Racco dalam waktu dekat.
Dilansir dari CarsCoops pada Senin (20/4/2026), Penyegaran terbaru Sakura membawa perubahan signifikan pada desain eksterior, terutama pada bagian depan. Mobil ini kini menggunakan gril sewarna bodi yang terinspirasi dari Nissan Leaf, dipadukan dengan bumper baru yang lebih tajam serta elemen vertikal yang memberi kesan modern dan agresif.
Meski begitu, Nissan tetap mempertahankan identitas khas Sakura pada lampu LED, profil samping, dan bagian belakang. Pembaruan desain ini hanya berlaku untuk varian X dan G, sementara varian dasar S masih mempertahankan tampilan lama.
Selain itu, Nissan juga memperkenalkan warna baru bertajuk “Minamono Sakura” yang terinspirasi dari bunga sakura terapung di air. Warna ini dipadukan dengan aksen tembaga dan atap perak, khusus untuk varian tertinggi Sakura G.
Di bagian interior, sejumlah peningkatan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas. Perubahan meliputi posisi tombol mode berkendara yang lebih ergonomis, tambahan tempat gelas di sisi penumpang, serta pemindahan port USB Type-C ke konsol tengah.
Fitur standar pada varian X juga ditingkatkan, termasuk Intelligent Around View Monitor, kursi depan berpemanas, dan setir berpemanas. Fitur tambahan lainnya mencakup pengingat kursi belakang, penguncian port pengisian daya, serta opsi stopkontak AC 1500W.
Dari sisi teknis, Sakura tetap mengandalkan motor listrik dengan tenaga 63 hp dan torsi 195 Nm, didukung baterai lithium-ion 20 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 180 km berdasarkan siklus WLTC.
Dengan penyegaran ini, Nissan berharap Sakura tetap menjadi salah satu pemain utama di segmen kei car listrik Jepang yang semakin kompetitif, menghadapi persaingan dari sesama produsen lokal maupun pemain global.



