telusur.co.id - Kolaborasi unik antara Shakira, Live Nation, dan Bjarke Ingels Group (BIG) melahirkan sebuah proyek ambisius: stadion megah yang hanya akan berdiri sementara lalu menghilang setelah misinya selesai.
Dinamai Stadion Shakira di Macondo Park, venue ini akan menjadi pusat dari 11 pertunjukan residensi Shakira di Madrid pada musim gugur 2026, bagian dari tur dunia Las Mujeres Ya No Lloran. Namun ini bukan sekadar tempat konser ini adalah pengalaman budaya yang imersif.
Dengan kapasitas mencapai 50.000 penonton, stadion ini menggabungkan 30.000 kursi dan 20.000 area berdiri. Salah satu daya tarik utamanya adalah layar LED raksasa yang digadang-gadang menjadi yang terbesar di Eropa, menciptakan pengalaman visual yang belum pernah ada sebelumnya.
Dilansir newsnow.co.uk, Arsitek proyek dari BIG, Agustín Pérez Torres, menyebut stadion ini melampaui konsep venue konser biasa. Bahkan, pendekatannya lebih menyerupai sebuah festival raksasa. Area seluas 21 hektar akan dipenuhi pasar kerajinan, kuliner khas, hingga zona bermain anak yang dikelola langsung oleh keluarga Shakira dan dibuka hingga 12 jam setiap hari pertunjukan.
Suasana semakin hidup dengan jalur melengkung yang dihiasi kain daur ulang berwarna-warni, serta “pulau hijau” yang terinspirasi dari lanskap Spanyol dan Amerika Latin. Semua elemen ini dirancang untuk memperluas energi panggung ke seluruh area venue.
Nama “Macondo Park” sendiri bukan tanpa makna. Ini merupakan penghormatan pada dunia magis dalam novel Seratus Tahun Kesendirian karya Gabriel García Márquez sebuah simbol kuat identitas Amerika Latin yang juga melekat pada perjalanan karier Shakira.
Menariknya, stadion ini memang dirancang untuk sementara. Setelah rangkaian konser selesai, struktur tersebut akan dibongkar, menjadikannya salah satu proyek venue paling unik dalam industri musik global.
Antusiasme penggemar pun sudah terlihat: lebih dari 500.000 tiket telah terjual, dan pertunjukan diprediksi akan ludes terjual.



