telusur.co.id - Pemerintah Afghanistan melaporkan bahwa Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Afghanistan, termasuk Provinsi Kabul, Kandahar, dan Paktia, pada Jumat (27/2). Namun, otoritas Afghanistan menyatakan tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menyebut serangan itu dilakukan oleh militer Pakistan dan mengecam tindakan tersebut melalui pernyataan di platform X. Ia mengatakan serangan udara menghantam beberapa titik di Kabul, Kandahar, dan Paktia, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Di sisi lain, pernyataan berbeda disampaikan oleh juru bicara Perdana Menteri Pakistan untuk media asing, Mosharraf Zaidi. Ia mengklaim bahwa dalam bentrokan perbatasan terbaru, sebanyak 133 anggota Taliban Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya mengalami luka-luka.
Zaidi juga menyebutkan bahwa sejumlah target militer di Kabul, Paktia, dan Kandahar menjadi sasaran serangan, serta beberapa pos Taliban dihancurkan dan direbut. Selain itu, ia mengklaim lebih dari 80 unit tank, artileri, dan kendaraan lapis baja pengangkut personel milik Afghanistan telah dihancurkan.
Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, Pakistan dilaporkan melancarkan serangan udara ke Provinsi Nangarhar dan Paktika. Otoritas Afghanistan menyatakan serangan tersebut menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sebagai respons atas serangan itu, Afghanistan pada Kamis (26/2) malam waktu setempat mengumumkan peluncuran operasi militer berskala besar terhadap pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan.
Situasi di perbatasan Afghanistan–Pakistan kini kembali memanas, dengan kedua pihak saling melontarkan klaim terkait korban dan kerusakan, sementara ketegangan diplomatik di kawasan terus meningkat. [ham]



