Pastikan Tayangan Piala Dunia 2026 Merata, Khofifah Ajak KPID Jatim Kolaborasi dengan Pemda - Telusur

Pastikan Tayangan Piala Dunia 2026 Merata, Khofifah Ajak KPID Jatim Kolaborasi dengan Pemda

Gubernur Khofifah saat menerima audiensi jajaran KPID Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (27/1/2026). Foto: Pemprov Jatim.

telusur.co.id -Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dengan lembaga penyiaran dan pemerintah daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk menyukseskan kick-off penyiaran Piala Dunia 2026 yang akan dimulai secara resmi pada 1 Februari mendatang.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima audiensi jajaran KPID Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (27/1/2026).

Gubernur Khofifah menilai perhelatan Piala Dunia 2026 merupakan momentum bersejarah bagi Indonesia, mengingat hak siarnya dipercayakan kepada media milik pemerintah. Menurutnya, kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat dapat menikmati pertandingan secara legal, berkualitas, hingga ke pelosok daerah. Selain sisi hiburan, ia juga berharap turnamen besar ini mampu mendongkrak omzet produk UMKM lokal.

“Pesan saya sinergi, sinergi, sinergi, utamanya di kabupaten/kota. Apa yang bisa kita sampaikan saat ini adalah penguatan jelang kick-off Piala Dunia 2026 pada 1 Februari besok,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan bahwa KPID Jatim memegang peran krusial sebagai jembatan antara pemegang hak siar, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Peran tersebut sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi potensi kendala teknis maupun regulasi, terutama terkait aturan penayangan di ruang publik atau nonton bareng.

“Sinergi ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis maupun regulasi terkait penayangan di ruang publik, sehingga masyarakat dapat merasakan kemeriahan turnamen,” jelasnya.

Khofifah optimistis kolaborasi antara Pemprov Jatim, KPID Jatim, TVRI, dan pemerintah daerah akan menciptakan ekosistem penyiaran yang kondusif. Ia berharap lembaga penyiaran dapat menunjukkan profesionalisme dengan menghadirkan tayangan yang informatif, menghibur, sekaligus edukatif.

“Semangat gotong royong antarlembaga ini menjadi kunci utama agar Jawa Timur tetap menjadi barometer nasional dalam penyelenggaraan penyiaran publik yang tertib, edukatif, dan penuh kegembiraan bagi seluruh pencinta sepak bola di tanah air,” ungkapnya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga mendorong KPID Jatim untuk menjalin kerja sama dengan KPID di provinsi lain. Kolaborasi lintas wilayah dianggap penting untuk memperkuat fungsi pengawasan dan literasi penyiaran di tengah arus informasi digital yang sangat cepat.

“Langkah strategis ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif informasi hoaks serta memperkuat peran media konvensional sebagai referensi utama berita yang akurat dan terpercaya,” pungkas Khofifah.

Merespons ajakan tersebut, Ketua KPID Jatim, Royin Fauziana, menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan publikasi secara masif demi menyukseskan gelaran tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang telah menerima kunjungan dan laporan kinerja KPID Jatim 2025. Kami siap melakukan publikasi secara masif dan menyukseskan kick-off Piala Dunia 2026,” kata Royin.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua KPID Jatim Khoirul Huda serta jajaran anggota KPID Jawa Timur lainnya.


Tinggalkan Komentar