telusur.co.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi sebagai pusat layanan masyarakat sekaligus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa dua program bantuan sosial yang dikelola Kementerian Sosial, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), selama ini disalurkan melalui transfer perbankan.
Ke depan, pemerintah akan menguji mekanisme penyaluran melalui jaringan KDMP yang nantinya dilengkapi berbagai gerai layanan, termasuk layanan perbankan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
"Tentu ke depan kita akan coba juga bisa disalurkan melalui Kopdes. Karena di Kopdes nanti kan ada gerai-gerai, salah satunya gerai dari Bank Himbara," kata Saifullah Yusuf.
Menurutnya, Kementerian Sosial telah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk menyiapkan mekanisme penyaluran bansos melalui koperasi tersebut.
Ia mengatakan skema tersebut akan diuji coba terlebih dahulu di sejumlah lokasi sebelum diterapkan secara lebih luas.
"Nanti, ini sekarang akan diujicobakan di beberapa tempat. Mudah-mudahan targetnya di Agustus ini mulai diuji coba," ujarnya.
Saifullah Yusuf menambahkan, dalam rapat terbatas tersebut Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus diperkuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penyaluran bansos melalui KDMP merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah juga mendorong para penerima manfaat bantuan sosial untuk menjadi anggota koperasi.
Selain menjadi saluran distribusi bantuan, KDMP juga diharapkan mampu mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kemensos mendapat tugas memfasilitasi pemasaran dan promosi berbagai produk yang dihasilkan penerima manfaat program pemberdayaan sosial melalui jaringan koperasi tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi, hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun. Sementara 19.539 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan.
Pemerintah menargetkan pembangunan fisik 35.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih rampung pada Agustus 2026 sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi desa dan peningkatan akses layanan bagi masyarakat.



