telusur.co.id - Pemimpin Eropa dan Timur Tengah menyerukan de-eskalasi segera menyusul serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, yang meningkatkan ketegangan di kawasan.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menolak apa yang disebutnya sebagai aksi militer “sepihak” oleh AS dan Israel, yang menurutnya memperburuk ketidakpastian dan menciptakan lingkungan internasional yang lebih bermusuhan. Dalam pernyataan di platform X, Sanchez juga mengkritik tindakan pemerintah Iran dan Garda Revolusi, seraya menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, yang sebelumnya menjadi mediator dalam negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran, menyatakan kekhawatirannya atas eskalasi terbaru. Dalam unggahan media sosial, Albusaidi menyebut serangan hari ini menghancurkan negosiasi yang aktif dan serius, dan mendesak AS untuk tidak semakin terlibat.
“Baik kepentingan Amerika Serikat maupun tujuan perdamaian global tidak terlayani dengan baik oleh hal ini. Dan saya berdoa untuk orang-orang tak berdosa yang akan menderita. Ini bukan perang Anda.”
Reaksi ini mencerminkan tekanan internasional yang meningkat agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi dalam menghadapi eskalasi militer di Timur Tengah.
Aljazeera



