telusur.co.id Meningkatnya penumpuka sampah di masa pandemi terutama 'limbah Covid' seperti masker sekali pakai ,menjadi perhatian bersama. Sebab, limbah-limbah tersebut cukup berbahaya apabila masih mengandung virus.
Di Hari Peduli Sampah Nasional, yang jatuh pada 21 Februari, dijadikan momen untuk meningkatkan kesadaran dalam penyelesaian masalah sampah.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional menyatakan, sampah rumah bisa menjadi alternatif bernilai ekonomi.
" Lakukan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya. Caranya mudah, jika sampah tersebut berjenis organik maka dapat diolah menjadi pupuk kompos, dan jika sampah tersebut terdiri dari botol plastik, koran bekas, dan kardus dapat ditukarkan kepada pengepul atau Bank sampah," ungkap Menteri Siti, dalam instagramnya, Minggu (21/2/2021).
Menteri Siti mengimbau kepada masyarakat untuk memulai budayakan memilah sampah sendiri dari rumah.
Untuk diketahui, peringatan HPSN petama kali dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 21 Februari 2005. Pada tanggal tersebut mengenang tragedi di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat. Pada peristiwa itu, sedikitnya 157 jiwa melayang akibat ledakan gas metana dari tumpukan sampah. Belajar dari kejadian tersebut, pengelolaan sampah merupakan hal yang harus dilakukan dengan serius.(fir)



