telusur.co.id -Persija Jakarta membidik kemenangan saat menghadapi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4). Macan Kemayoran ingin mengulang hasil positif seperti pada pertemuan pertama.
Laga yang sedianya dijadwalkan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul ini harus direlokasi ke Bali setelah panitia pelaksana pertandingan tidak mendapatkan izin keamanan dari pihak kepolisian setempat. Pertandingan ini pun dipastikan tidak akan dihadiri oleh penonton.
Pada laga sebelumnya yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 28 November lalu, Persija berhasil menang 2-0 melalui gol Emaxwell Souza dan Allano Lima. Hasil tersebut sekaligus menjadi kado perayaan ulang tahun MAcan Kemayoran kala itu.
Performa Persija dalam kondisi positif usai sukses mencatatkan dua kemenangan beruntun, masing-masing saat menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-0 dan mengalahkan PSBS Biak 1-0. Tren positif ini turut mendongkrak kepercayaan diri skuad asuhan Mauricio Souza.
Meski demikian, Mauricio mengakui persiapan tim terbilang singkat jelang laga di Bali. Perubahan venue pertandingan menjadi salah satu alasan yang sedikit mengganggu persiapan Rizky Ridho cs.
“Persiapan untuk pertandingan ini cukup terbatas karena jeda dari laga sebelumnya ke pertandingan di Bali tidak terlalu panjang. Kami juga tidak memperhitungkan perjalanan jauh ke Bali karena awalnya kami mengira akan bermain di Yogyakarta. Namun, waktu yang ada tetap kami manfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan persiapan. Kami termotivasi dan memahami betapa pentingnya pertandingan besok bagi kami,” ujar Mauricio Souza dalam konferensi pers jelang pertandingan, Selasa (21/4).
Ia juga menyoroti evaluasi dari pertandingan sebelumnya, khususnya terkait efektivitas di lini depan. Pada laga melawan PSBS Biak, ia menilai penyelesaian akhir kerap menjadi masalah sehingga timnya tidak mampu menambah keunggulan.
“Terkait evaluasi pertandingan sebelumnya, kami sudah membahasnya bersama tim. Dalam 15–20 menit awal, kami tampil dengan intensitas yang baik dan berusaha mencari cara untuk mencetak gol, tetapi belum berhasil."
"Kami cukup sering mengangkat bola ke dalam kotak penalti, namun tidak mampu mengonversinya menjadi gol. Di area dekat gawang, kami masih kurang kreativitas, baik melalui aksi individu maupun kombinasi satu-dua untuk menembus ke dalam kotak penalti,” jelasnya.
Lebih lanjut, Souza menegaskan bahwa fokus timnya tidak hanya tertuju pada satu atau dua pemain lawan, melainkan kekuatan kolektif secara keseluruhan. Menurutnya, PSIM merupakan tim dengan kerja sama tim yang kolektif. Khususnya tim yang cukup baik dalam ofensif.
“Saya tidak menilai hanya satu pemain dari tim lawan. Sepak bola memang melibatkan individu, tetapi kami selalu menekankan aspek kolektif. Di dalam tim PSIM ada beberapa pemain bagus, namun saya tidak bisa menyoroti hanya satu atau dua pemain saja,” ungkap Souza.
Tentunya Macan Kemayoran harus mampu mengamankan tiga poin agar tetap menjaga persaingan di papan atas. Dengan liga yang menyisakan enam laga lagi, perburuan gelar juara masih akan ketat diperebutkan oleh Persib Bandung, Borneo FC dan Persija.



