telusur.co.id - Menjelang bergulirnya Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark, skuad muda Malaysia mendapat suntikan motivasi berharga dari juara dunia ganda campuran, Toh Ee Wei. Bersama pasangannya Chen Tang Jie, Ee Wei meraih gelar dunia tahun lalu dan kini ia berbagi resep mental untuk menghadapi tekanan panggung besar: bermain tanpa rasa takut dan nikmati setiap momen.
Meski berasal dari sektor ganda campuran dan tidak masuk dalam skuad Piala Uber, suara Ee Wei tetap punya bobot. Ia menilai turnamen ini sebagai kesempatan emas bagi para pemain muda Malaysia untuk membuktikan diri di level tertinggi.
Tim Malaysia tahun ini diisi kombinasi pemain muda berbakat dan beberapa nama berpengalaman. Di sektor tunggal putri, ada K. Letshanaa, Wong Ling Ching, Siti Zulaikha Azmi, serta Goh Jin Wei. Sementara di nomor ganda putri, skuad diperkuat oleh M. Thinaah, Chong Jie Yu, Ong Xin Yee, Carmen Ting, Low Zi Yu, dan Noraqillah Maisarah Ramdan.
Absennya pemain senior Pearly Tan akibat cedera punggung membuka peluang bagi wajah baru seperti Chong Jie Yu yang baru berusia 21 tahun. Ini menjadi simbol kepercayaan Malaysia terhadap generasi penerus mereka.
Ee Wei menegaskan bahwa sorotan utama seharusnya tertuju pada para pemain muda ini mereka yang berani mengambil tanggung jawab mewakili negara di panggung internasional.
“Jangan merasa tertekan. Percayalah pada diri sendiri dan berjuang sampai akhir untuk negara,” pesan Ee Wei.
“Langsung saja bertarung, siapa pun lawannya. Ini kesempatan langka untuk merasakan intensitas tinggi.”
Menariknya, meskipun tidak terlibat dalam Piala Uber, Ee Wei tidak merasa tersisih. Ia justru melihat turnamen seperti Piala Sudirman sebagai wadah bagi sektor ganda campuran, sekaligus mendukung penuh keputusan memberi kesempatan kepada pemain muda di Uber Cup.
Baginya, pengalaman bertanding di ajang beregu seperti ini jauh lebih berharga daripada sekadar hasil akhir. Dan satu hal yang pasti Malaysia kini menaruh harapan besar pada keberanian generasi mudanya.



