Persija Sering Banjir Kartu, Ini Respons Mauricio Souza Soal Kritik The Jakmania - Telusur

Persija Sering Banjir Kartu, Ini Respons Mauricio Souza Soal Kritik The Jakmania

Selebrasi para pemain Persija usai Eksel Runtukahu mencetak gol di babak kedua ke gawang Persebaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (11/4). Foto: Telusur/Wijdanu Rahadian.

telusur.co.id -Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan respons terbuka terkait kritik tajam yang dilayangkan suporter setia Macan Kemayoran, The Jakmania. Kritik tersebut muncul melalui bentangan spanduk saat laga pekan ke-27 kontra Persebaya Surabaya.

Terpampang jelas spanduk bertuliskan ‘How Many More Red Cards Do You Want?’, di sisi tribun timur yang berarti bertanya soal berapa kartu merah lagi yang Persija inginkan.

Pada laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (11/4), Persija sukses menumbangkan rivalnya dengan skor 3-0. Kemenangan ditentukan oleh dua gol Eksel Runtukahu dan gol penalti Allano Lima.

Persija Jakarta tercatat menjadi tim ketiga dengan koleksi kartu kuning dan merah terbanyak di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini. Kehilangan banyak poin akibat kekurangan pemain di lapangan menjadi keresahan utama para pendukung.

The Jakmania menganggap faktor kedisiplinan menjadi biang kerok jebloknya performa Persija dalam persaingan perburuan gelar juara.Menanggapi hal tersebut, Mauricio Souza tidak menampik kekecewaan suporter. Ia mengakui bahwa faktor kedisiplinan di lapangan menjadi faktor krusial dalam meraih hasil pertandingan.

"Saya pikir suporter punya hak untuk menanyakan permasalahan ini. Kita kehilangan banyak poin di dalam kompetisi ini karena kartu, dan kita melihat hal itu tidak terjadi di tim-tim yang ada di papan atas," ujar Souza kepada awak media pada konferensi pers usai laga.

Meski menerima kritik, juru taktik asal Brasil tersebut juga menyoroti sikap ketidakkonsistenan keputusan wasit yang bertugas sehingga sering merugikan anak asuhnya. Ia merasa beberapa keputusan sang pengadil terkesan terlalu keras apabila pelanggaran dilakukan oleh penggawa Persija dibandingkan tim lawan.

"Tapi saya juga melihat di momen-momen tertentu, ada kriteria yang terlalu keras terhadap pemain Persija," jelasnya.

Lantas ia mencontohkan beberapa momen ganjil dalam pertandingan melawan Persebaya tadi yang dianggapnya wasit tidak adil dalam memberikan keputusan pemberian kartu.

"Tapi hari ini ada momen aneh di dalam pertandingan. Ada masalah di dalam kotak penalti kita, cuma Allano yang dikartu kuning. Ada juga pelanggaran keras terhadap Hannan dari serangan balik, tapi pemain lawan tidak dihukum kartu kuning," tegas Souza.

Walau begitu, eks pelatih Madura United ini mengaku telah mencoba untuk membereskan masalah kedisiplinan ini dengan seluruh pemain. Ia dengan tegas menuntut anak asuhnya agar mengontrol emosi dari provokasi maupun tekanan dari pihak lawan.

"Tapi ini satu hal yang sudah kita diskusikan dengan pemain supaya mereka tidak keluar dari ketenangan. Saya menuntut mereka dalam hal seperti itu supaya kita tidak dapat kartu," tegasnya.

Lebih lanjut, Souza menegaskan bahwa status Persija sebagai tim dengan materi pemain berpengalaman seharusnya menjadi jaminan kedisiplinan yang lebih baik di lapangan. Ia membenarkan dengan segala kritik yang dialamatkan untuk Rizky Ridho dan kawan-kawan.

"Jadi saya bilang suporter benar, tim kita ini tim yang berpengalaman, tidak boleh mudah dapat kartu-kartu di kompetisi ini," tutupnya.

Persija menjadi tim peringkat ketiga dalam total koleksi kartu. Tercatat, 76 kartu kuning dan 8 kartu merah diterima para pemain Macan Kemayoran dalam 26 laga Super League yang telah dimainkan. Termasuk tambahan tiga kartu kuning pada laga melawan Persebaya.


Tinggalkan Komentar