Raja Abdullah II Tegaskan Yordania Tidak Akan Menjadi Medan Perang di Tengah Ketegangan AS-Iran - Telusur

Raja Abdullah II Tegaskan Yordania Tidak Akan Menjadi Medan Perang di Tengah Ketegangan AS-Iran

Deretan pesawat militer AS di Yordania. foto almayadeen

telusur.co.id - Raja Abdullah II menegaskan bahwa Yordania “tidak akan membiarkan wilayah udaranya dilanggar dan tidak akan menjadi medan perang,” sambil menekankan pentingnya dialog dan solusi politik untuk mencegah eskalasi regional lebih lanjut.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuannya dengan anggota Dewan Asosiasi Pers Yordania di Istana Al Husseiniya, Amman. Raja Abdullah menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan untuk menghindari ketegangan, terutama menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. “Keamanan Kerajaan dan keselamatan warganya adalah yang terpenting,” ujarnya.

Kekhawatiran Raja Abdullah muncul di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer AS di Yordania. Data pelacakan penerbangan dan citra satelit yang dikutip oleh New York Times menunjukkan lebih dari 60 pesawat tempur kini ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, sekitar tiga kali lipat dari jumlah biasanya. Setidaknya 68 pesawat angkut mendarat sejak 15 Februari, sementara jet tempur siluman F-35, drone, helikopter, dan sistem pertahanan udara baru juga terlihat. Kondisi ini menandakan peningkatan kesiapan operasional AS di kawasan, seiring Washington menekan Iran.

Ketegangan AS-Iran terus meningkat setelah laporan bahwa pejabat AS sempat membahas kemungkinan menargetkan Pemimpin Iran, Sayyed Ali Khamenei, dan putranya, Mojtaba. Menurut Axios, rencana darurat ini disampaikan kepada Presiden Donald Trump beberapa minggu lalu, menunjukkan eskalasi dramatis dalam pendekatan AS terhadap Teheran.

Langkah Washington mendapat sorotan, termasuk kritik bipartisan, karena dianggap berisiko memicu konflik regional. Retorika konfrontatif dan pengerahan militer tambahan, baik angkatan udara maupun laut, menimbulkan kekhawatiran bahwa tekanan terhadap Iran dapat meningkat menjadi perang yang lebih luas.

Raja Abdullah II menegaskan bahwa Yordania tetap mengutamakan keselamatan warganya dan akan menjaga wilayah udara negara tetap aman, meski berada di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah. [ham]

Almayadeen


Tinggalkan Komentar