Ranto Simanjuntak Kecewa adanya Deklarasi Palmer DKK untuk Mengangkat Diri Jadi Ketum AAI dan itu Ilegal - Telusur

Ranto Simanjuntak Kecewa adanya Deklarasi Palmer DKK untuk Mengangkat Diri Jadi Ketum AAI dan itu Ilegal

Ranto Simanjuntak (foto: istimewa)

telusur.co.idPada Februari 2022, Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) menggelar kegiatan deklarasi dengan terpilihnya secara aklamasi Palmer Situmorang sebagai Ketua Umum AAI di Bandung Jawa Barat.


Keputusan aklamasi tersebut diklaim merupakan desakan para anggota AAI untuk mengambil alih kepengurusan organisasi tersebut yang sudah dua tahun demisioner, dan tiga kali gagal menyelenggarakan Munas sejak tahun 2020.

Sebelumnya, kepengurusan DPP AAI pada periode 2015-2020 dipimpin oleh Ketua Umum Muhammad Ismak.

Menanggapinya, Ketua Bidang AAI, Ranto Simanjuntak mengungkapkan kekecewaan terhadap hal tersebut. Kegiatan deklarasi yang Palmer dkk dinilainya sebagai pelaksanaan yang melanggar kesepakatan.

"Saya pribadi prihatin, karena kami sebagai anggota AAI semua mengetahui bahwa Munas awalnya dilakukan di Bandung itu ditunda pelaksanaannya dikarenakan tidak adanya ijin yang didapatkan dari Pemda setempat," ucapnya di Jakarta.

Ranto menjelaskan awal mula kenapa munas tersebut ditunda. Secara prosedural penundaan munas sudah sesuai aturan yang disepakati oleh AAI. Info penundaan tersebut diwujudkan dalam SK penundaan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Muhammad Ismak dan dibacakan oleh Sekretaris Jenderal AAI Efran Helmi Juni.

"Bahkan SK Penundaan itu dibacakan oleh Sekjen Efran yang saat ini mengaku dirinya menjadi Wakil Ketua Umum AAI dan diangkat secara aklamasi," katanya.

Bukan hanya prihatin, Ranto pun kecewa peristiwa munas ilegal ini terjadi. Dia menilai Palmer dan kawan-kawan merupakan advokat profesional yang harusnya paham dan menghargai putusan yang telah diambil oleh DPP AAI.

"Ini tidak masuk akal, karena dia (Palmer-red) sebagai orang advokat tahu bahwa bagaimana mungkin dia mengangkat dirinya sebagai ketua umum pada saat dia sudah bersama timnya tahu munas telah ditunda. Jadi legalitas apa yang digunakan mereka untuk mendirikan atau mendeklarasikan diri menjadi ketua umum itu," jelasnya.

Ranto yang juga merupakan kurator menegaskan sampai hari ini Ketua Umum AAI yang sah itu masih diemban oleh Muhammad Ismak.

Bukan hanya berita penundaan, DPP AAI, sambung Ranto, melalui para senior juga sudah melakukan komunikasi kepada kelompok Palmer sebagai kandidat yang maju dalam munas tersebut.

"Sampai DPP AAI membentuk Tim Tiga untuk merangkul pihak pihak Palmer kembali ke aturan awal dengan menempuh Munas yang sah. Tapi, dari sisi mereka tetap tidak mau, itu yang menjadi kesulitan kita meyakinkan bahwa tindakan mereka salah kalau diri mereka sepertinya kalau saya lihat tidak," ujarnya.

Dia juga menyiratkan langkah yang diambil oleh Palmer dkk merupakan bentuk kecemasan bahwa timnya akan kalah jika munas digelar secara sah.

Karena Palmer dkk akan berhadapan langsung dengan paket calon pengurus yang dibentuk oleh Ismak, Ranto dan Wenda (IRW).

"Menurut saya pribadi, ini mereka sebenarnya khawatir tidak bisa menang. Karena ini sistem pemilihan one man one vote. Kami yakin, jika munas diadakan hari itu pun kita menang," katanya.

Dia berharap DPP bisa memberikan sanksi tegas pada pihak - pihak yang menggelar munas secara ilegal.

"Secara pribadi saya menginginkan bahwa pihak pihak atau anggota atau orang yang mendeklarasikan diri sebagai ketua umum dengan jalan ilegal tersebut itu harus diberikan sanksi baik itu pemecatan atau skorsing itu yang paling utama," tegasnya.

Selain itu, AAI akan berbenah diri dari sisi keanggotaan di wilayah wilayah dan mengkonsolidasikan ke semua DPC DPC untuk tetap solid.

"Kita membangun organisasi ini tidak boleh memainkan dua kaki atau ada di organisasi lain kita harus fokus membangun. Dengan hanya satu organisasi kita yakin ini akan menjadi lebih besar lagi dari organisasi yang lain

Kedepannya kita fokus membenahi AAI. Terutama anggota AAI tidak boleh mempunyai kartu organisasi advokat lain," tandasnya.

Ranto sebagai bagian dari IRW mengatakan misi timnya kedepan lebih menjanjikan untuk anggota AAI. Karena IRW mengusung misi regenerasi. Memberikan kesempatan bagi anggota muda untuk lebih bisa mengembangkan dan mengedepankan AAI kedepannya.

"Kita harus mendukung sebenarnya junior ini bisa menjadi suatu anggota yang cinta kepada organisasi dengan militan karena mereka mau bekerja mau turun," tutupnya.[iis]


Tinggalkan Komentar