Strategi penanganan bencana di Aceh dilakukan secara situasional dengan melibatkan relawan lokal yang memahami medan. Hal ini disampaikan Koordinator Tim Relawan Badan Rescue NasDem Jawa Tengah, Kang Dono, saat memberikan laporan di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
“Kami bekerja bersama DPW NasDem setempat, termasuk menyiapkan alat berat untuk membuka jalur dan kami siapkan solarnya. Tidak ada yang sulit selama ada niat dan kerja sama,” ujar Dono.
Rencana awal tim untuk melakukan pipanisasi air tidak dapat dilaksanakan karena infrastruktur PDAM rusak total. Sebagai gantinya, relawan berinisiatif menghidupkan kembali 25 sumur warga yang tertimbun lumpur dengan kedalaman 7–10 meter. Upaya ini menjadi solusi darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain air bersih, NasDem juga mengirimkan paku, seng, dan material bangunan untuk membantu pemulihan hunian warga. Dapur umum NasDem yang didirikan di lokasi mampu memasak ratusan kilogram bahan makanan setiap hari, dengan 4–5 kali proses memasak, dan terbuka bagi siapa saja tanpa pembatasan.
Dono menekankan bahwa membuka jalur menjadi langkah penting agar bantuan medis dan logistik dapat masuk ke wilayah terdampak. “Ketika jalur sudah terbuka, dokter yang dikirim ke Aceh bisa masuk. Tidak hanya tim medis NasDem, tetapi teman-teman dari manapun bisa melewati jalan yang sudah kita buka dan masuk membantu masyarakat,” tutupnya. [ham]




