telusur.co.id - Mantan politikus PKPI Teddy Gusnaidi mendukung imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para istri personel TNI dan Polri agar tidak mengundang penceramah radikal. Sebelumnya diketahui, imbauan tersebut menuai pro-kontra.

Tak hanya mendukung imbauan tersebut, Teddy Gusnaidi bahkan meminta agar penceramah radikal ditangkap. Pasalnya menurut dia, penceramah radikal itu berpotensi merusak bangsa. Ia pun menyejajarkan mereka dengan bandar narkoba.

“Penceramah radikal itu harus disejajarkan dengan bandar narkoba, karena sama-sama merusak generasi bangsa,” cuitnya di akun Twitter @TeddGus, dikutip Kamis (3/3/22).

Teddy menilai, meringkus penceramah radikal adalah hal mudah bagi aparat. Pasalnya mereka menyebarkan ajarannya secara terang-terangan.

“Wong bandar narkoba yang sembunyi-sembunyi aja bisa ditangkap apalagi yang terang-terangan seperti para penceramah radikal. Ayo pak @jokowi!,” tuntasnya.

Sebelumnnya, Presiden Jokowi mengingatkan para istri personel TNI dan Polri untuk tidak mengundang penceramah radikal dengan mengatasnamakan demokrasi.

Presiden mengatakan, TNI dan Polri saat ini sudah harus berbenah, salah satunya berkaitan dengan arah kedisiplinan personel di masing-masing instansi tersebut.

"Ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinannya juga harus sama. Enggak bisa, menurut saya, enggak bisa ibu-ibu (istri personel TNI-Polri) itu memanggil, ngumpulin ibu-ibu yang lain memanggil penceramah semaunya atas nama demokrasi," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (1/3/22). [Tp]