telusur.co.id - Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengunjungi SMPN 2 Kota Depok saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Chandra mengajak para peserta didik baru membangun karakter yang kuat, menjunjung kejujuran, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
"Ibadahnya jangan ditinggal Sayangi orangtua, hormati sesama manusia. Belajar setinggi-tingginya Supaya kalian menjadi orang sukses. Jangan berantem sesama teman dan jadilah orang jujur," tutur dia.
"Jangan sampai ada yang LGBT. Bawa nama baik SMPN 2 dan bawa nama baik Kota Depok dimanapun kalian berada," lanjut Chandra.
Melalui MPLS, dia berharap, para pelajar di Kota Depok khususnya SMPN 2 dapat menjadi generasi yang hebat, unggul, dan bermanfaat terhadap sesama.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Kota Depok Sumarno mengatakan kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli. Seluruh rangkaian kegiatan dibagi ke dalam materi wajib dan materi pilihan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.
Dia melanjutkan, pelaksanaan MPLS dimulai pukul 06.30 hingga 13.00 WIB. Jadwal tersebut disusun agar seluruh rangkaian kegiatan, termasuk salat berjamaah dan doa siang, dapat terlaksana dengan baik sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah.
"Hal ini menjadi modal dasar dalam pendidikan karakter, yaitu mengimplementasikan nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui pelaksanaan salat berjamaah," ujar Sumarno.
Sumarno menambahkan, masjid sekolah mampu menampung sekitar 400 siswa. Pelaksanaan salat berjamaah dilakukan secara bergantian agar seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan tertib.
Untuk materi wajib, siswa akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembiasaan menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta konsep sekolah yang asri sesuai kebijakan terbaru dari kementerian.
Adapun materi pilihan meliputi pembinaan karakter melalui penyuluhan bahaya narkoba, edukasi dari kepolisian dan tenaga kesehatan, pengenalan kegiatan ekstrakurikuler, hingga berbagai aktivitas yang mendorong kreativitas serta kepedulian terhadap kesehatan siswa.
Laporan: Malik Sihite



