Sidak Sirkuit Mandalika, Kompolnas Pastikan Kesiapan MotoGP 2022  - Telusur

Sidak Sirkuit Mandalika, Kompolnas Pastikan Kesiapan MotoGP 2022 

Tim Kompolnas mengecek kesiapan Mandalika Internasional Street Circuit untuk gelaran MotoGP 2002.

telusur.co.id - Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun langsung mengevaluasi dan mengecek kesiapan Mandalika Internasional Street Circuit baik persiapan material, perbaikan lintasan, hotel, maupun pengamanan saat berjalannya event balap dunia paling bergengsi MotoGP yang akan diselenggarakan Maret nanti.

Dari sejauh mana perkembangan perbaikan lintasan sampai ruangan untuk team balap bahkan sampai instalasi listrik tak luput dari sidak yang dilakukan.

Anggota Kompolnas Pudji Hartanto Iskandar yang ditemui di Mandalika Internasional Street Circuit dan ditemani Anggota Kompolnas, Mohammad Dawam mengatakan pihaknya mengecek kesiapan untuk memastikan agar event tersebut berjalan dengan semestinya.

“Kita dari Kompolnas melakukan survei ke lokasi dalam rangka mengecek kesiapan rencana pengamanan motoGP 2022, berawal dari saya mendapatkan laporan dari kapolda melalui karo ops bahwa sistem pengamanan sudah disiapkan dan pada saatnya insya Allah akan aman. Tentunya itu tidak terlepas dari sinergitas dengan pemangku kepentingan yang lain, pemerintah setempat, karena ini adalah kerjanya bangsa Indonesia, maka perlu adanya sinergitas terhadap pelaksanaan motoGP Mandalika 2022,” ujarnya, Jumat (25/2/22).

Pudji melanjutkan bahwa Polri sendiri sudah siap dari segi keamanan, namun menurutnya pihak berwajib harus mengusut masalah terkait issue mafia tiket dan hotel yang selama ini ramai jadi perbincangan yang bisa merugikan banyak pihak.

“Dari segi keamanan sendiri Polri sudah siap untuk mengamankan jalannya motogp," terangnya. 

Dikatakannya, ada hal-hal lain yang mungkin menjadi tindak lanjut dari permasalahan panitia. Yang pertama berkaitan dengan masalah ketersediaan akomodasi, apakah itu hotel atau transportasi.

Dia menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan masih ada berita yang simpang siur dimana tersiar kabar bahwa tiket dan akomodasi atau hotel sudah full, tapi secara kenyataan ternyata masih tersedia bahkan baru terjual 30 atau 40% saja yang terjual, sehingga masih ada kekosongan.

"Saya berharap hal ini bisa ditelusuri sehingga hal ini bisa menjadi salah satu update kenyataan, kita tidak ingin ada yang bermain di sini. Apakah kita sebut misalnya mafia tiket atau mafia hotel itu kita tidak menginginkan itu, karena kalau itu terjadi, rugi bangsa Indonesia ini,” tegasnya.

Kemudian dirinya memastikan terhadap pihak panitia agar pengaspalan ulang jalur lintasan selesai sesuai dengan target.

“Yang kedua kaitan dengan masalah kesiapan di lokasi itu sendiri saya sudah mendapatkan laporan dari wakil presiden ITDC dimana beliau mengatakan lokasi lokasi yang saat ini sedang dibangun, nanti H-2 sudah siap termasuk hal yang berkaitan dengan pengaspalan termasuk perbaikan dan sebagainya itu h-2 sudah siap,” lanjutnya.

Hal yang paling ditekankan oleh Pudji Hartanto adalah agar jangan ada timbul sedikitpun gejolak di tengah masyarakat seperti demo yang terjadi saat WSBK lalu dan pemasangan-pemasangan baliho yang bisa membuat citra Mandalika menjadi buruk.

“Jangan sampai ada timbul gejolak di masyarakat sekitar sini baik itu masalah lahan dan yang lainnya. Saya mendapatkan kabar bahwa itu sebenarnya sudah selesai, tapi tolong jangan sampai nanti ada masyarakat yang memanfaatkan keadaan dalam konteks ini dengan membuat kegaduhan, dan menimbulkan berita yang tidak bagus," terangnya. 

"Saya berharap jangan ada ego sektoral, dari masing-masing stakeholder harus semua bersatu dan bersinergi agar bagaimana semua yang sudah ada ini selesai tepat waktu dimana itu tinggal dua minggu lagi,” tegasnya lagi.

Dia menuturkan, pihaknya dari Kompolnas manyampaikan kepada Polri khususnya Polda NTB bagaimana mengamankan itu semua dari segala macam jenis ancaman. 

"Semua harus bersinergi baik dengan pemerintah daerah maupun panitia yang terakhir penekanan kami, jangan meng-underestimate jangan memudahkan semua itu sehingga berfikir kemudian bisa teratasi pada saatnya nanti, harus melakukan simulasi-simulasi terhadap semua kemungkinan yang ada agar sesuai pada saatnya nanti,” tegasnya.

Lebih lanjut dia kembali menekankan dengan tegas agar pihak Kepolisian dan pihak terkait lainnya agar segera melakukan sosialisasi tentang bagaimana event akan berjalan nanti.

“Saya tekankan untuk mensosialisasikan bagaimana berjalannya event nanti. Baik dari pintu masuk, kemudian antrian bahkan untuk penukaran tiket menjadi gelang, itu menjadi hal yang perlu. Begitu juga masalah keamanan dan penyekatan, karena kalau posisi-posisi itu kalau tidak disosialisasikan kan masyarakat jadi bingung, termasuk internal panitia sendiri itu nanti saya minta dari sekarang sudah harus disampaikan ke masyarakat,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menyampaikan pihak Polda NTB dan Polres jajaran akan memaksimalkan sosialisasi lagi kepada masyarakat maupun penonton MotoGP. 

"Pihak Polda NTB beserta Polres jajaran akan memaksimalkan sosialisasi dan informasi-informasi  yang dibutuhkan masyarakat, contohnya rekayasa lalu lintas bagi penonton ke sirkuit, penggunaan drone, lokasi tukar tiket/gelang ,lokasi parkir dan sebagainya guna masyarakat paham sebelum datang ke sirkuit mandalika," terangnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar