Surya Paloh Soroti Tantangan Bangsa: Kualitas SDM Jadi Kunci Kemajuan Indonesia - Telusur

Surya Paloh Soroti Tantangan Bangsa: Kualitas SDM Jadi Kunci Kemajuan Indonesia

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Prananda. Sumber foto: dok Nasdem

telusur.co.id - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Hal tersebut disampaikan Surya saat menutup Kongres II dan HUT ke-15 Garda Pemuda Partai NasDem di Ancol, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pidatonya, Surya mengawali dengan sebuah refleksi mengenai posisi Indonesia di tengah persaingan global.

"Ada apa sebenarnya? Kenapa kita belum bisa menyejajarkan posisi kita sebagai satu bangsa dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya yang sudah mendekati kemampuan kedaulatan sepenuhnya atas berbagai aspek kehidupan yang mereka miliki? Di mana kekurangan kita sebenarnya?" ujarnya.

Menurut Surya, tantangan terbesar bangsa saat ini bukan sekadar menghadapi perubahan zaman, melainkan mempersiapkan manusia yang mampu menjadi motor perubahan tersebut.

Surya menegaskan, harapan terbesar bangsa kini berada di pundak generasi muda, bukan lagi pada generasi yang telah memasuki usia lanjut.

"Maka kepada siapa bangsa ini boleh berharap banyak? Jawabannya adalah kepada generasi muda bangsa ini. Bangsa ini tidak boleh berharap kepada orang-orang seperti saya lagi dalam kurun usia yang sudah cukup lanjut, tetapi kepada orang-orang muda," kata Surya.

Ia mengingatkan bahwa setiap anak muda harus mengoptimalkan potensi yang dimiliki, mulai dari semangat, karakter, kemampuan, hingga keuletan sebagai bekal untuk menjadi pemimpin masa depan.

Menurut Surya, sejak didirikan Partai NasDem tidak hanya bertujuan menjadi peserta demokrasi, tetapi juga menghadirkan gerakan perubahan melalui pendidikan politik, peningkatan kualitas manusia, serta regenerasi kepemimpinan.

Karena itu, Garda Pemuda Partai NasDem memiliki peran strategis sebagai wadah kaderisasi yang mempersiapkan generasi penerus partai sekaligus bangsa.

"Misi dan tugas kita bersama adalah menjaga peradaban bangsa. Karena itu, partai memerlukan berbagai upaya untuk mentransformasi regenerasi dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada orang muda," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas wawasan dan kapasitas kader muda agar Partai NasDem semakin dekat dengan masyarakat.

Menghadapi dinamika politik ke depan, Surya mengingatkan seluruh kader agar membangun optimisme dengan kesiapan organisasi, kemampuan mengevaluasi kelemahan, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan.

Menurutnya, Garda Pemuda harus menjadi ujung tombak perjuangan Partai NasDem.

"Garda Pemuda harus benar-benar mempersiapkan diri, melakukan konsolidasi secara totalitas, berada di front terdepan. Mata dan telinganya Partai NasDem adalah Garda Pemuda itu sendiri," ujarnya.

Surya optimistis Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan apabila generasi mudanya memiliki keberanian untuk mengambil peran.

Menutup pidatonya, Surya mengajak seluruh kader muda untuk tidak takut menghadapi setiap ujian dalam perjuangan politik maupun pengabdian kepada bangsa.

"Kalau takut dilanda ombak, jangan pernah berumah di tepi pantai. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Majulah terus dalam keyakinan, karena di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan," pesannya.

Pada Kongres II tersebut, Prananda Surya Paloh kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum Garda Pemuda Partai NasDem. Kongres juga menghasilkan delapan resolusi strategis yang akan menjadi arah gerak organisasi, meliputi penguatan sumber daya manusia, demokrasi, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan dan energi, pendidikan, kepastian hukum, diplomasi kepemudaan, hingga pembangunan olahraga.

Prananda menegaskan bahwa kepengurusan baru akan segera menyusun struktur organisasi dan mengimplementasikan seluruh program prioritas hasil kongres hingga ke tingkat daerah.

"Momentum bersejarah ini menjadi awal bagi kami untuk langsung bekerja. Prioritas pertama adalah menyusun kepengurusan DPP, kemudian memastikan delapan program prioritas hasil kongres dapat segera diimplementasikan dari pusat hingga ke daerah," ujar Prananda.


Tinggalkan Komentar