telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Herman (SWH), mendorong agar peningkatan keterampilan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyambut pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Indramayu.
Hal tersebut disampaikan SWH saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut SWH, pembangunan kawasan industri akan membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal agar warga Indramayu memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
SWH menilai masyarakat tidak cukup hanya diberikan informasi mengenai peluang kerja. Mereka juga perlu memperoleh akses terhadap pelatihan dan peningkatan keterampilan sehingga mampu bersaing ketika kebutuhan tenaga kerja industri semakin berkembang.
“Kita harus menyiapkan masyarakat dari sekarang. Ketika industri tumbuh dan membutuhkan tenaga kerja, masyarakat lokal harus sudah memiliki keterampilan yang sesuai sehingga mereka tidak kehilangan kesempatan di daerahnya sendiri,” ujar SWH.
Menurutnya, kebutuhan industri sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan program pelatihan kerja. Dengan adanya keterhubungan antara dunia pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri, keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat lebih relevan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia.
SWH juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang luas kepada generasi produktif di Indramayu untuk meningkatkan kompetensi. Pelatihan dapat menjadi jembatan agar masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
“Jangan sampai lapangan kerjanya tersedia, tetapi tenaga kerja lokal tidak siap. Sebaliknya, jangan sampai masyarakat sudah memiliki semangat bekerja tetapi tidak mendapatkan akses untuk meningkatkan keterampilannya,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi dengan dunia industri serta lembaga pendidikan dan pelatihan dalam mempersiapkan sumber daya manusia lokal.
Menurut SWH, kolaborasi tersebut penting agar kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipetakan sejak awal dan masyarakat memperoleh kesempatan untuk mempersiapkan diri.
Selain meningkatkan keterampilan, SWH menilai masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai peluang kerja, jenis kompetensi yang dibutuhkan, serta standar yang harus dipenuhi untuk memasuki dunia industri.
Dengan demikian, pertumbuhan kawasan industri tidak hanya menciptakan aktivitas ekonomi baru, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
SWH menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan industri harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat. Investasi dan pertumbuhan kawasan industri diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan warga lokal.
“Investasi memang penting, tetapi manusianya juga harus dipersiapkan. Kita ingin masyarakat Indramayu menjadi bagian dari pertumbuhan industri ini, bukan hanya melihat pembangunan dari luar pagar kawasan industri,” pungkas SWH. (VC)



