Tantangan Ketahanan Pangan, Ini Upaya UNESA Gapai SDGs 2 pada Penyuluh Pertanian di Blitar - Telusur

Tantangan Ketahanan Pangan, Ini Upaya UNESA Gapai SDGs 2 pada Penyuluh Pertanian di Blitar

Giat tim PKM dosen Unesa terkait pelatihan ketahanan pangan di Kabupaten Blitar

telusur.co.id - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S) Ngudi Luhur Blitar sukses menyelenggarakan pelatihan bagi penyuluh pertanian dalam rangka menguatkan ketahanan pangan di Kabupaten Blitar. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LPPM Unesa. Program ini sekaligus juga sebagai upaya pencapaian Sustainable Development Goals 2 (SDGs 2) zero hunger.

Ketua tim PKM, Bambang Sigit Widodo, yang juga merupakan dosen di FISIPOL Unesa, menyampaikan bahwa, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, khususnya terkait inovasi teknik pertanian, pengelolaan sumber daya, dan adaptasi teknologi modern.
 
Kegiatan diawali Jumat (19/08/2025) dengan sarasehan bersama petani, yang membahas tantangan dan peluang pengembangan pertanian di Blitar. Setelah itu, peserta melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung inovasi jagung yang dikembangkan oleh para petani, yang dikoordinir oleh Ketua P4S Ngudi Luhur, Andi Yuwono.

“Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam mendampingi petani. Pelatihan ini memungkinkan mereka melihat praktik terbaik secara langsung dan mengaplikasikan metode baru yang lebih efektif,” papar Mas Bram, sapaan akrabnya kepada media ini. Kamis, (20/11/2025).

Kegiatan ini juga menekankan pembentukan jejaring kerja antara Unesa, P4S Ngudi Luhur, dan para penyuluh pertanian lokal, sehingga hasil pembelajaran dapat terserap dan berdampak nyata bagi masyarakat petani di Kabupaten Blitar.
 
Melalui PKM ini, Unesa menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada pembangunan daerah, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. 

“Kegiatan ini pun tentu saja relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk mengurangi kemiskinan no poverty (SDGS 1),” tutup Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Pusat Unggulan UNESA ini. (ari)


Tinggalkan Komentar