Teras Narang: Libatkan Warga Sekitar Ibu Kota Baru dalam Wujudkan Smart City - Telusur

Teras Narang: Libatkan Warga Sekitar Ibu Kota Baru dalam Wujudkan Smart City

Anggota DPD RI Agustin Teras Narang

telusur.co.id - Pemerintah merencanakan Ibu Kota baru pengganti Jakarta akan mengusung konsep 'smart city'. Ibu Kota Negara (IKN) baru rencananya akan dibangun di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Tokoh Masyarakat Adat Kalimantan, Agustin Teras Narang mengatakan,  rencana pemindahan ibu kota bukanlah hal baru. Sejak zaman Presiden Soekarno telah ada wacana pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Presiden Soeharto kala itu juga berencana memindahkan Ibu Kota ke kawasan Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Namun rencana pemindahan Ibu Kota baru mulai terealisasi pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Guna mewujudkan rencana pembangunan smart city di Ibu Kota baru, masyarakat yang bermukim di sana juga harus dilibatkan. Sehingga masyarakat sekitar merasa pemerintah hadir untuk merangkul mereka dalam rencana ini.

"Saya tidak mengharapkan masyarakat hanya sebagai penonton. Hal dipertanyakan sejauh mana masyarakat mendapat perhatian menjadi bagian membangun IKN," ujar Agustin dalam diskusi yang digelar Jakarta Journalist Center (JJC) dengan tema 'Ibu Kota Baru Konsep Smart City dan Kearifan Lokal Yang Alami', Sabtu (26/2/22). 

Sejauh ini, sambung Agustin, masyarakat sekitar hanya dilibatkan untuk hadir dalam diskusi dan mendengarkan pandangan mengenai rencana pembangunan ibu kota baru. Oleh karenanya, perlu sosok kepala otorita IKN yang mampu memimpin pembangunan ibu kota dan merangkul masyarakat sekitar.  

"Yang memimpin IKN apakah mampu komunikasi dengan baik. Mampu untuk memproses percepatan bukan bicara keahlian, tetapi kemampuan dalam rangka memimpin akomodir kebutuhan," kata senator asal Kalimantan Tengah ini.

Anggota DPD RI ini mengakui, ada sejumlah penolakan dari masyarakat usai UU IKN disahkan. Hal ini menurutnya lumrah di tengah negara demokrasi seperti Indonesia.

"Tentu menjadi harapan. Kita doakan sekira terlaksana (pemindahan Ibu Kota) melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada," ucapnya.

Dalam diskusi ini turut hadir Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Prof. Djohermansyah Johan, Ketua Pandawa Nusantara Jawa Barat, Rusman Nuryaman, Tokoh Masyarakat Banten, Aang Munawwar, dan Tokoh Masyarakat Sulawesi Selatan, Hamim. (Ts)


Tinggalkan Komentar