telusur.co.id -Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi berdaya saing global dengan mempertahankan peringkat dunia dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings by Subject 2026. Capaian ini mencerminkan konsistensi kinerja UNAIR dalam pengajaran, penelitian, dan kolaborasi internasional lintas bidang ilmu.
THE World University Rankings (WUR) merupakan salah satu pemeringkatan universitas dunia yang paling dipercaya oleh mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan pakar industri sebagai rujukan global kualitas pendidikan tinggi. Pada edisi 2026, THE WUR mencakup 2.191 institusi dari 115 negara dan wilayah, menjadikannya salah satu pemeringkatan universitas paling komprehensif di dunia.
Dalam konteks tersebut, THE WUR by Subject menjadi instrumen penting untuk mengukur kinerja universitas berdasarkan bidang ilmu secara spesifik. Pemeringkatan ini memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kekuatan dan keunggulan akademik institusi, tidak hanya pada level universitas secara keseluruhan.
Berdasarkan rilis THE WUR by Subject 2026, UNAIR berhasil mempertahankan peringkat dunia pada delapan dari sebelas bidang ilmu yang dinilai. Kedelapan bidang tersebut meliputi Business and Economics, Computer Science, Engineering, Law, Life Sciences, Medical and Health, Physical Sciences, serta Social Sciences.
Pemeringkatan THE WUR by Subject menggunakan metodologi yang ketat dengan 18 indikator kinerja yang dikelompokkan ke dalam lima pilar utama, yakni pengajaran (teaching), lingkungan riset (research environment), kualitas dan dampak penelitian (research quality), kerja sama dengan industri (industry), serta perspektif internasional (international outlook). Pendekatan berbasis subjek ini memungkinkan pemetaan keunggulan akademik universitas secara lebih komprehensif.
Untuk dapat masuk dalam THE WUR by Subject, perguruan tinggi harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain tercantum dalam THE WUR (overall) serta mencapai ambang batas minimum publikasi ilmiah dan jumlah staf pengajar yang relevan pada masing-masing disiplin ilmu. THE juga menetapkan standar publikasi yang ketat, di mana universitas wajib menghasilkan sedikitnya 1.000 publikasi relevan dalam periode evaluasi lima tahun, yakni 2020–2024 untuk pemeringkatan 2026, dengan minimal 100 publikasi setiap tahun.
Di tingkat nasional, UNAIR menunjukkan kinerja yang kompetitif dan konsisten. Keunggulan UNAIR secara khusus terlihat pada rumpun Medical and Health serta Business and Economics, yang menjadi dua bidang strategis dengan performa berkelanjutan. Capaian ini mencerminkan kekuatan UNAIR dalam pengembangan pendidikan dan penelitian berbasis riset, hilirisasi hasil penelitian, serta kontribusi nyata dalam penyelesaian persoalan kesehatan, ekonomi, dan sosial, baik di tingkat nasional maupun global.
Selain mempertahankan posisi global, UNAIR juga mencatat peningkatan peringkat di tingkat domestik pada enam bidang keilmuan. Bidang Business and Economics meningkat ke peringkat #2= Indonesia, Computer Science dari peringkat #7 ke #2=, Engineering dari #5 ke #2=, Law dari #4 ke #2=, Physical Sciences dari #4 ke #2=, serta Social Sciences dari #4 ke #2= Indonesia.
Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR, Prof. Dr. Dian Ekowati, S.E., M.Si., M.App.Com. (OrgChg), Ph.D., menegaskan bahwa capaian dalam THE WUR by Subject tidak dipandang semata sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat evaluasi strategis untuk perbaikan berkelanjutan.
“Pemeringkatan internasional, termasuk THE World University Rankings by Subject, kami jadikan sebagai alat refleksi dan pemetaan kekuatan akademik UNAIR. Ke depan, universitas akan terus memperkuat kualitas riset, meningkatkan publikasi bereputasi internasional, memperluas kolaborasi global, serta mendorong relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja, UNAIR terus memperkuat ekosistem riset unggulan, meningkatkan dukungan bagi dosen dan peneliti, mengoptimalkan kolaborasi internasional, serta memanfaatkan sistem UNAIR Satu Data sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data. Di samping itu, peningkatan kualitas pembelajaran, internasionalisasi kurikulum, dan penguatan jejaring industri juga menjadi fokus utama guna meningkatkan capaian pada indikator-indikator THE.




