Wamendagri Bima Arya: Efisiensi dan Sinergi Kunci Dorong Ekonomi Daerah - Telusur

Wamendagri Bima Arya: Efisiensi dan Sinergi Kunci Dorong Ekonomi Daerah

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. foto ist

telusur.co.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa efisiensi anggaran dan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (28/4/2026).

Dalam paparannya, Bima menjelaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong kepala daerah untuk mengedepankan efisiensi belanja, meningkatkan inovasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mengawal pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) agar berdampak langsung pada masyarakat.

Ia mengakui bahwa sebagian kepala daerah masih menganggap PSN sebagai beban. Namun, menurutnya, jika dikawal bersama dengan baik, proyek tersebut justru dapat menjadi pengungkit ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Bima menilai kapasitas fiskal Provinsi Jawa Tengah tergolong kuat dan menonjol di tingkat nasional. Hal ini tercermin dari komposisi pendapatan daerah yang didominasi oleh PAD sebesar 66,07 persen, sementara sisanya berasal dari transfer pemerintah pusat.

Meski demikian, ia mengingatkan masih ada daerah yang tingkat kemandirian fiskalnya rendah dan masih bergantung pada dana transfer pusat. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran harus dilakukan secara rasional dan bertanggung jawab.

“Kita semua harus hati-hati. Jangan sampai menganggarkan sesuatu yang tidak masuk akal,” tegasnya.

Selain efisiensi, Bima juga menyoroti pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program pembangunan. Ia menilai kolaborasi yang solid menjadi kunci keberhasilan implementasi program prioritas nasional.

Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong pendekatan pembiayaan yang lebih inovatif melalui pengelolaan fiskal yang prudent, efisiensi belanja, optimalisasi aset, serta penguatan sinergi lintas sektor.

Menurutnya, optimalisasi aset dan inovasi pembiayaan merupakan instrumen strategis untuk mendukung pembangunan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Di akhir penyampaiannya, Bima menyatakan optimisme bahwa dengan sinergi yang kuat serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, daerah mampu menjadikan program prioritas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. [ham]


Tinggalkan Komentar