telusur.co.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan pencanangan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah yang digelar di sela Expo dan Expose Hebatnya SMK Jatim di Grand City Surabaya. Sabtu, (14/2/2026).
Pencanangan gerakan bebas sampah plastik yang diinisiasi Dinas Pendidikan Jatim tersebut, diyakini Khofifah menjadi langkah konkret membangun kesadaran kolektif pentingnya menjaga lingkungan.
Tidak hanya itu, pencanangan ini juga menjadi tindak lanjut dan semangat dari Jatim untuk mewujudkan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) sebagaimana diinstruksikan Presiden RI. Prabowo Subianto
“Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami sangat yakin melalui langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang,” papar mantan Mensos RI ini.
Pasalnya, dalam pencanangan ini, Khofifah bersama pemangku kepentingan sektor pendidikan, melakukan pencanangan bebas sampah plastik yang ditandai dengan memegang Tumbler sambil mengangkat ke atas.
Tumbler ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai, serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan
“Aksi pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari,” tutur mantan Ketua Umum PP Muslimat NU ini.
Masih dalam semangat mewujudkan Indonesia ASRI, Khofifah menyebut pencanangan bebas sampah plastik tak hanya dilakukan di lingkungan sekolah melainkan juga di lingkungan Pemprov Jatim.
“Memang sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan. Dari sekolah kita wujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) sebagai kontribusi nyata bagi Indonesi,” tandas Ketua Umum IKA Unair ini.
Ke depan Khofifah berharap, sektor pendidikan menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Semangat kebersihan tanpa plastik tak hanya dimulai dari kebijakan, tapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” tutur Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU ini. (ari)



