Zulhas: Koperasi Desa Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Rakyat - Telusur

Zulhas: Koperasi Desa Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan

telusur.co.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu mesin utama penggerak ekonomi rakyat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (4/8).

Seminar tersebut diikuti sekitar 700 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi hingga masyarakat. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Zulhas menegaskan bahwa KDKMP tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga usaha biasa. Pemerintah ingin koperasi desa berkembang menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat yang mampu menghubungkan petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem.

“ Koperasi desa bukan hanya dibangun sebagai lembaga usaha, tetapi harus menjadi pusat layanan ekonomi yang menghubungkan seluruh potensi desa,” demikian pokok penegasan Zulhas dalam seminar tersebut.

Puluhan Ribu Koperasi Sudah Berbadan Hukum

Zulhas juga membeberkan perkembangan KDKMP secara nasional yang menunjukkan progres cukup signifikan.

Hingga saat ini, tercatat 83.382 koperasi telah berbadan hukum. Sementara itu, sebanyak 79.708 koperasi telah memiliki akun Simkopdes dan 60.801 koperasi sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dari sisi pembangunan fisik, pemerintah mencatat terdapat 35.857 titik lahan yang siap dibangun. Sebanyak 16.180 unit sedang dalam proses pembangunan, sedangkan 19.222 unit telah rampung 100 persen.

Capaian tersebut menjadi modal awal pemerintah untuk mempercepat operasionalisasi koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Tak Sekadar Toko, KDKMP Punya Banyak Fungsi

Pemerintah menyiapkan KDKMP untuk menjalankan berbagai fungsi strategis. Salah satunya sebagai off-taker komoditas, sehingga hasil produksi petani dan nelayan diharapkan memiliki pasar yang lebih jelas.

KDKMP juga akan berperan sebagai simpul logistik desa, penyalur subsidi, serta mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di tingkat desa, koperasi nantinya dapat mengembangkan berbagai unit usaha yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Mulai dari toko sembako, layanan simpan pinjam, klinik desa, apotek, hingga gudang penyimpanan dan cold storage. Berbagai unit tersebut akan dikembangkan dengan dukungan BUMN serta mitra strategis lainnya.

Konsep tersebut diharapkan membuat aktivitas ekonomi desa tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Produksi, distribusi, pembiayaan hingga pemasaran dapat terhubung melalui koperasi.

Pemerintah Kejar Pembangunan 35 Ribu Unit

Untuk mempercepat pelaksanaan program, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk penguatan tata kelola, dukungan pembiayaan serta percepatan pembangunan sekitar 35.000 unit hingga Agustus 2026.

Koordinasi juga terus dilakukan antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta berbagai mitra strategis.

Seminar nasional di Makassar sekaligus menjadi forum untuk memperkuat pemahaman publik mengenai KDKMP. Pemerintah juga berupaya meluruskan berbagai informasi yang keliru atau disinformasi terkait program tersebut.


Tinggalkan Komentar