Di Era AI, Women Golf Society Tumbuhkan Real Human Connection melalui Kebersamaan

by Abdul Aziz |
Di Era AI, Women Golf Society Tumbuhkan Real Human Connection melalui Kebersamaan
Komunitas Women Golf Society (WGS). Foto: Istimewa.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan komunikasi digital membuat interaksi antarmanusia semakin mudah. Namun, bagi Women Golf Society (WGS), pertemuan dan kebersamaan secara langsung tetap memiliki nilai penting dalam membangun hubungan antarsesama.

Melalui golf dan berbagai kegiatan bersama, WGS menghadirkan ruang bagi perempuan untuk membangun pertemanan, bertukar gagasan, serta membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak positif.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “A Day on the Fairway” yang digelar di Sedayu Indo Golf, PIK, Jakarta, pada 28 September 2026.

Kegiatan diawali dengan diskusi mengenai visi dan misi WGS serta berbagai gagasan kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi anggota maupun lingkungan sekitar. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan bermain golf bersama.

Dalam suasana santai, para peserta mendapat kesempatan untuk saling mengenal, menyampaikan ide, dan berbagi harapan mengenai perkembangan komunitas WGS.

WGS didirikan oleh Windy Alexandra Putri bersama Miranti Salim, Erna Julia, dan Adelia Indri. Komunitas tersebut berangkat dari minat bersama terhadap olahraga golf sekaligus keinginan membangun lingkungan pertemanan perempuan yang suportif.

Komunitas ini mempertemukan perempuan dari berbagai latar belakang dan pengalaman bermain golf, termasuk mereka yang baru mulai mengenal olahraga tersebut.

“Teknologi membantu kita terhubung dengan lebih mudah. Pada saat yang sama, kami merasa kebersamaan secara langsung tetap berharga. Ada kedekatan yang tumbuh ketika kita mendengarkan cerita satu sama lain, bertumbuh bersama, dan saling menginspirasi untuk memberikan dampak positif. Itulah real human connection yang ingin kami jaga melalui WGS,” ujar Windy Alexandra Putri, Founder dan Chairwoman Women Golf Society.

Menemukan Teman yang Suportif dan Bertumbuh Bersama

Dalam kegiatan di Sedayu PIK, kebersamaan menjadi bagian dari pengalaman para peserta, mulai dari diskusi hingga saling memberikan semangat saat berada di lapangan.

Bagi WGS, meluangkan waktu untuk bergerak, mencoba hal baru, dan berbagi pengalaman merupakan bentuk sederhana dari kegiatan positif yang ingin terus dikembangkan.

WGS juga ingin membangun suasana yang membuat peserta nyaman untuk bertanya sekaligus menikmati proses belajar. Pemain pemula maupun yang lebih berpengalaman dapat saling berbagi pengetahuan dan berkenalan dengan teman bermain baru.

“Bagi kami, golf menjadi titik temu. Ada yang baru belajar, ada juga yang sudah rutin bermain. Kami berharap masing-masing bisa menikmati kegiatan sesuai pengalamannya, merasa diterima, dan menemukan teman yang saling mendukung,” tambah Alexandra.

Membuka Peluang Kolaborasi dengan Dampak Positif

Ke depan, WGS berencana mengembangkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan golf, wellness, travel, dan kebersamaan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Komunitas tersebut juga terbuka untuk menjajaki kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas lain guna menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota maupun lingkungan sekitar.

“Harapannya, kebersamaan yang sudah tumbuh bisa membuka kesempatan untuk melakukan kegiatan positif bersama pihak lain,” ungkap Alexandra.

Kegiatan di Sedayu PIK menjadi bagian dari perjalanan WGS dalam membangun komunitas melalui pengalaman bersama. Berawal dari ketertarikan terhadap golf, WGS berharap dapat terus menumbuhkan pertemanan dan mengembangkan kebersamaan menjadi berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

tags :
golf

Komentar

Berita Terkait