Saverinus Suhardin, Akademisi dan Penggerak Literasi Keperawatan yang Menginspirasi dari Nusa Tenggara Timur

by Arianto Deni |
Saverinus Suhardin, Akademisi dan Penggerak Literasi Keperawatan yang Menginspirasi dari Nusa Tenggara Timur
Saverinus Suhardin, S.Kep., Ns., M.Kep. (doc: saverinussuhardin.com)

KUPANG - Kiprah dosen keperawatan tidak hanya diukur dari aktivitas mengajar di ruang kelas, tetapi juga dari kontribusinya dalam pengembangan profesi, penelitian, literasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal tersebut tercermin pada perjalanan Saverinus Suhardin, S.Kep., Ns., M.Kep., seorang akademisi keperawatan yang dalam beberapa tahun terakhir aktif membangun budaya ilmiah dan literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta berkontribusi di tingkat nasional melalui organisasi profesi dan berbagai kompetisi akademik.

Komitmen Saverinus terhadap pengembangan profesi keperawatan diwujudkan melalui keterlibatannya dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Sejak tahun 2022, ia dipercaya sebagai Ketua Divisi Penelitian, Informasi, dan Komunikasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk periode 2022-2027.

Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab memperkuat sistem informasi organisasi, mengelola website resmi DPW PPNI NTT, serta mengembangkan strategi komunikasi yang mendukung penyebarluasan informasi dan peningkatan profesionalisme perawat di wilayah NTT.

Sebelum menduduki jabatan tersebut, Saverinus juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Penelitian, Informasi, dan Komunikasi DPD PPNI Kabupaten Kupang periode 2020-2025. Pengalaman organisasi tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam membangun budaya penelitian, komunikasi ilmiah, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kemajuan profesi keperawatan.

Di lingkungan perguruan tinggi, Saverinus turut berperan dalam pengelolaan informasi institusi melalui penyusunan dan publikasi berbagai berita kegiatan kampus pada website STIKes Maranatha Kupang. Perannya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat citra institusi sekaligus mendokumentasikan berbagai capaian akademik yang diraih sivitas akademika.

Selain dikenal sebagai akademisi, Saverinus merupakan sosok yang aktif mengembangkan budaya literasi. Perjalanan kepenulisannya dimulai dari media daring seperti Kompasiana dan blog pribadi, kemudian berkembang menjadi penulis berbagai artikel kesehatan dan opini yang dipublikasikan di media massa lokal, antara lain Victory News, Timor Express, dan Pos Kupang.

Melalui tulisan-tulisannya, ia berupaya menghadirkan informasi kesehatan yang mudah dipahami masyarakat sekaligus mendorong budaya berpikir kritis di kalangan pembaca.

Salah satu inisiatif yang mendapat perhatian adalah kampanye literasi #JalanPagi, sebuah gerakan yang mengintegrasikan kebiasaan berjalan pagi dengan aktivitas menulis sebagai sarana menjaga kesehatan fisik sekaligus meningkatkan produktivitas intelektual.

Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi rubrik tetap "Jalan Pagi" di sekolahtimur.com dan "Pojok Sehat" di arnolduswea.com, yang secara rutin menyajikan artikel mengenai kesehatan, pendidikan, dan pengembangan diri.

Kontribusinya di bidang literasi juga diwujudkan melalui penerbitan buku solo berjudul Pada Jalan Pagi yang Sehat, Terdapat Inspirasi yang Kuat pada tahun 2018. Selain menjadi penulis, Saverinus juga dipercaya sebagai editor beberapa buku dan aktif menjadi instruktur literasi di berbagai sekolah menengah di Nusa Tenggara Timur.

Kiprahnya dalam dunia kepenulisan semakin diperkaya melalui partisipasinya sebagai peserta Flores Writers Festival, sebuah forum yang mempertemukan para penulis dan pegiat literasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Di bidang akademik, berbagai prestasi nasional berhasil diraih dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, Saverinus memperoleh Juara III Lomba Nasional Poster Ilmiah yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI).

Pada tahun yang sama, ia kembali meraih Juara III Lomba Penulisan Esai Dosen Vokasi Keperawatan AIPViKI, menunjukkan kapasitasnya dalam menyampaikan gagasan ilmiah yang inovatif dan aplikatif bagi pengembangan pendidikan keperawatan.

Sebelumnya, pada tahun 2023, Saverinus bersama tim berhasil meraih Juara I Lomba Inovasi Perguruan Tinggi Bidang Akademik AIPViKI. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dalam pendidikan keperawatan dapat lahir melalui kolaborasi yang kuat antara dosen, institusi, dan organisasi profesi.

Tidak hanya di bidang akademik, kemampuan menulisnya juga memperoleh apresiasi melalui Juara II Lomba Opini HUT Aguperna ke-12, serta terpilih sebagai salah satu penulis dalam antologi cerpen bertema Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diterbitkan oleh Bacapreta.

Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi media efektif dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai isu kesehatan sekaligus memperkuat citra profesi keperawatan.

Bagi Saverinus, penelitian, organisasi profesi, dan literasi bukanlah tiga bidang yang berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi dalam membangun kualitas pelayanan keperawatan.

Melalui penelitian, lahir inovasi berbasis bukti; melalui organisasi profesi, tercipta kolaborasi dan penguatan kompetensi; sedangkan melalui literasi, ilmu pengetahuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Konsistensi Saverinus Suhardin dalam mengembangkan penelitian, komunikasi ilmiah, organisasi profesi, dan budaya literasi menjadikannya salah satu akademisi keperawatan yang memberi warna bagi perkembangan profesi di Nusa Tenggara Timur.

Kiprahnya menunjukkan bahwa, seorang perawat tidak hanya hadir di ruang pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menjadi peneliti, penulis, inovator, dan penggerak perubahan yang memberikan dampak bagi dunia pendidikan, profesi, dan masyarakat. (ari)

Komentar

Berita Terkait