BANGKOK - Pendidikan keperawatan tidak hanya menjadi fondasi untuk membangun kompetensi klinis, tetapi juga dapat menjadi pintu menuju pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Iftitakhur Rohmah, S.Kep., Ns., MSN., Ph.D., alumni Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) yang kini berkiprah dalam dunia akademik dan penelitian internasional.
Nama Iftitakhur Rohmah tercatat dalam laman resmi Fakultas Keperawatan UNAIR sebagai salah satu alumni yang berkiprah di luar negeri. Ia menyelesaikan pendidikan di UNAIR pada 2019 dan saat ini tercatat sebagai bagian dari Faculty of Nursing, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa, pendidikan keperawatan di UNAIR dapat menjadi salah satu fondasi bagi lulusan untuk mengembangkan karier akademik hingga ke tingkat internasional.
Dari Pendidikan Keperawatan Menuju Karier Akademik Global
Iftitakhur Rohmah mengembangkan perjalanan akademiknya tidak berhenti pada pendidikan profesi keperawatan. Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral dan kemudian membangun karier sebagai akademisi serta peneliti.
Dalam perjalanan akademiknya, ia mengembangkan ketertarikan pada bidang pediatric nursing dan pediatric critical care, termasuk isu delirium pada anak, gangguan tidur, intervensi nonfarmakologis, serta pengembangan dan evaluasi instrumen klinis.
Profil riset yang tersedia secara publik juga menunjukkan ketertarikannya pada systematic review dan network meta-analysis sebagai pendekatan untuk menghasilkan bukti ilmiah yang dapat mendukung praktik keperawatan.
Kombinasi antara latar belakang keperawatan, pendidikan doktoral, dan pengalaman penelitian internasional membuat kiprahnya berkembang pada persimpangan antara pendidikan, penelitian, dan evidence-based nursing practice.
Berkiprah di Faculty of Nursing Chulalongkorn University
Saat ini, Iftitakhur Rohmah tercatat sebagai akademisi di Faculty of Nursing, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand. Laman resmi Fakultas Keperawatan UNAIR juga mencatat institusi tersebut sebagai tempat Iftitakhur Rohmah berkiprah sejak menyelesaikan pendidikannya di UNAIR.
Chulalongkorn University merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Thailand. Dalam lingkungan akademik tersebut, Iftitakhur menjalankan peran sebagai Lecturer sekaligus terlibat dalam aktivitas penelitian.
Laman riset dan inovasi Faculty of Nursing Chulalongkorn University juga mencantumkan Lecturer Dr. Iftitakhur Rohmah sebagai salah satu anggota dalam struktur kegiatan riset dan inovasi fakultas.
Peran tersebut memperlihatkan bahwa, kiprahnya tidak hanya berada pada ranah pengajaran, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan riset keperawatan.
Fokus pada Keperawatan Anak dan Perawatan Kritis
Salah satu kekuatan akademik Iftitakhur Rohmah terlihat dari fokus penelitiannya pada keperawatan anak dan pediatric critical care.
Salah satu isu yang banyak dikaji adalah delirium pada pasien anak, terutama dalam konteks perawatan intensif. Bidang ini memiliki arti penting karena delirium pada pasien anak di ruang intensif dapat memengaruhi kondisi pasien, proses pemulihan, serta kualitas pelayanan keperawatan.
Pada 2024, Iftitakhur Rohmah terlibat dalam penelitian yang dipublikasikan di Intensive and Critical Care Nursing mengenai akurasi diagnostik berbagai instrumen untuk mendeteksi delirium pada pasien anak di pediatric intensive care unit. Penelitian tersebut memperlihatkan perhatiannya terhadap pengembangan praktik keperawatan yang menggunakan instrumen penilaian berbasis bukti.
Mengembangkan Intervensi untuk Perawat di Pediatric Intensive Care
Kontribusi penelitian Iftitakhur Rohmah berlanjut pada pengembangan intervensi pendidikan bagi perawat. Pada 2025, ia menjadi salah satu penulis penelitian mengenai DELIMA education programme, yaitu program pendidikan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri, sikap, dan akurasi skrining delirium pada perawat di pediatric intensive care unit. Penelitian tersebut diterbitkan dalam Intensive and Critical Care Nursing pada 2025 dan melibatkan kolaborasi peneliti dari Taiwan dan Indonesia.
Keterlibatan dalam penelitian lintas negara tersebut memperlihatkan kemampuan Iftitakhur dalam membangun jejaring akademik internasional sekaligus membawa isu keperawatan anak ke dalam diskursus penelitian global.
Produktif dalam Riset Internasional
Aktivitas penelitian Iftitakhur juga terus berkembang pada 2026. Salah satu publikasi yang terbit pada 2026 membahas systematic review dan network meta-analysis mengenai berbagai modalitas cognitive behavioral therapy untuk insomnia pada remaja. Artikel tersebut mencantumkan afiliasi Iftitakhur dengan Faculty of Nursing, Chulalongkorn University dan School of Nursing, College of Nursing, Taipei Medical University.
Pada tahun yang sama, namanya juga tercantum dalam penelitian mengenai diagnostic accuracy untuk skrining obstructive sleep apnea, yang diterbitkan dalam Sleep Medicine Reviews.
Selain itu, Iftitakhur Rohmah menjadi salah satu penulis penelitian mengenai tren global penelitian delirium pada pediatric intensive care unit yang diterbitkan pada 2026. Artikel tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam kajian yang menggunakan pendekatan bibliometrik untuk memetakan perkembangan penelitian delirium pada pasien anak secara global.
Memperkuat Jejaring Akademik Indonesia di Asia
Perjalanan Iftitakhur Rohmah juga memperlihatkan pentingnya jejaring akademik lintas negara. Sejumlah publikasinya melibatkan peneliti dari berbagai institusi di Asia, termasuk Chulalongkorn University, Taipei Medical University, The University of Hong Kong, dan institusi kesehatan lainnya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ilmu keperawatan karena memungkinkan pertukaran pengetahuan, metode penelitian, serta pengalaman klinis dari berbagai sistem kesehatan.
Bagi akademisi keperawatan Indonesia, jejaring seperti ini memiliki nilai strategis. Kolaborasi internasional tidak hanya meningkatkan kualitas publikasi, tetapi juga membuka peluang untuk menghasilkan penelitian yang memiliki relevansi lebih luas bagi perkembangan pelayanan kesehatan.
Dari Alumni UNAIR Menjadi Akademisi Internasional
Perjalanan Iftitakhur Rohmah merupakan gambaran bahwa lulusan keperawatan memiliki ruang pengembangan karier yang luas. Pendidikan yang dimulai di Fakultas Keperawatan UNAIR kemudian berkembang menuju pendidikan doktoral, penelitian internasional, serta karier akademik di salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Asia.
Kiprahnya juga menunjukkan bahwa seorang perawat dapat mengembangkan identitas profesionalnya tidak hanya sebagai tenaga klinis, tetapi juga sebagai pendidik, peneliti, dan pengembang ilmu keperawatan.
Lebih jauh, fokusnya pada pediatric critical care, delirium, gangguan tidur, intervensi nonfarmakologis, serta evidence synthesis memperlihatkan bagaimana keperawatan dapat berkontribusi dalam menjawab persoalan kesehatan yang kompleks melalui pendekatan ilmiah.
Inspirasi bagi Mahasiswa dan Perawat Muda
Bagi mahasiswa dan perawat muda Indonesia, perjalanan Iftitakhur Rohmah memberikan pesan bahwa kesempatan untuk berkiprah di tingkat internasional membutuhkan lebih dari sekadar prestasi akademik.
Kemampuan melakukan penelitian, menguasai metodologi ilmiah, membangun jejaring internasional, berkomunikasi lintas budaya, serta memiliki kemauan untuk terus belajar merupakan modal penting dalam membangun karier akademik global.
Kisah Iftitakhur juga memperlihatkan bahwa, alumni perguruan tinggi Indonesia dapat menjadi bagian dari komunitas ilmiah internasional tanpa harus kehilangan identitas keilmuannya sebagai perawat.
Dengan kiprahnya di Chulalongkorn University serta keterlibatannya dalam berbagai penelitian internasional, Iftitakhur Rohmah, PhD menjadi salah satu contoh alumni Fakultas Keperawatan UNAIR yang terus memperluas kontribusi keperawatan Indonesia di tingkat global.
Perjalanannya menjadi inspirasi bahwa, pendidikan keperawatan dapat menjadi titik awal menuju karier yang lebih luas, dari ruang klinik, ruang kelas, laboratorium penelitian, hingga forum akademik internasional. (ari)