telusur.co.id - Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menggelar diskusi dan refleksi bertajuk “Capaian & Tantangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif ASI Ali Rif’an, memaparkan hasil survei nasional yang menunjukkan bahwa 61,4% masyarakat menyatakan percaya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.
Survei yang dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026 itu memperlihatkan bahwa tingkat kepercayaan publik masih berada di atas 60%. Temuan ini menjadi salah satu indikator untuk membaca persepsi masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran, sekaligus bahan refleksi dalam mengevaluasi pelaksanaan kebijakan selama dua tahun pemerintahan.
Ali Rif’an menjelaskan, kepercayaan publik merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kepercayaan tidak hanya berkaitan dengan penilaian masyarakat terhadap pemerintah, tetapi juga menjadi modal sosial bagi pelaksanaan kebijakan dan keberlanjutan program pembangunan.
“Berdasarkan hasil survei Arus Survei Indonesia yang dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026, sebanyak 61,4% masyarakat menyatakan percaya kepada pemerintahan Prabowo. Angka ini memberikan gambaran mengenai persepsi publik terhadap pemerintah dan menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi pemerintahan,” kata Ali dalam paparannya.
Meski demikian, menurut perspektif evaluasi kebijakan publik, tingkat kepercayaan tersebut perlu diikuti dengan upaya menjaga konsistensi kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepercayaan publik bukan sesuatu yang bersifat permanen, melainkan dapat berubah seiring dengan pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan, merasakan manfaat program, dan menilai respons pemerintah terhadap persoalan yang mereka hadapi.
Dalam konteks dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, hasil survei ini menjadi salah satu bahan untuk melihat hubungan antara persepsi publik dan pelaksanaan pemerintahan.
Angka kepercayaan perlu dibaca bersama indikator lain, seperti kepuasan terhadap kinerja pemerintah, penilaian atas program prioritas, serta pandangan masyarakat mengenai persoalan ekonomi dan pelayanan publik.
Diskusi yang diselenggarakan ASI tersebut juga menghadirkan Arya Fernandes, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS; Syukri Rahmatullah, Pemimpin Redaksi BeritaSatu; dan Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis.
Forum ini menjadi ruang refleksi untuk membahas capaian, tantangan, dan evaluasi pemerintahan setelah dua tahun berjalan.
Melalui pemaparan hasil survei dan diskusi lintas perspektif tersebut, ASI menghadirkan gambaran mengenai persepsi masyarakat sebagai salah satu bahan evaluasi pemerintahan.
Ke depan, konsistensi pelaksanaan kebijakan dan kemampuan pemerintah menjawab kebutuhan publik akan menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.[Nug]