PB PERGATSI Bidik Regenerasi Atlet Nasional Lewat Kejurnas Gateball 2026

by Malik Sihite |
PB PERGATSI Bidik Regenerasi Atlet Nasional Lewat Kejurnas Gateball 2026
Kejurnas Gateball 2026 yang digelar PB Pergatsi di RSON, Cibubur, Jakarta. Foto: Dok Narasumber

Sebanyak 747 atlet dari 27 provinsi ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball 2026 yang digelar Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PB PERGATSI) di RSON Cibubur, Jakarta, pada 20-24 Oktober 2026.

Ajang ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan sekaligus menyiapkan regenerasi atlet nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Dari total peserta, sebanyak 458 atlet merupakan pria dan 289 lainnya wanita. Kejurnas yang mengusung tema “Gateball Indonesia Bersatu, Berprestasi dan Mendunia” ini diharapkan menjadi wadah untuk mengukur kemampuan atlet, mengevaluasi hasil pembinaan, serta menjaring talenta potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi persaingan di level nasional dan internasional.

Ketua Umum PB PERGATSI Diana Kusumastuti mengatakan, partisipasi ratusan atlet dari berbagai daerah mencerminkan semakin luasnya jangkauan pembinaan dan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga gateball di Indonesia.

“Kami yakin para atlet gateball akan memberikan prestasi terbaik di ajang Kejurnas Gateball 2026 ini. Partisipasi ini mencerminkan semakin luasnya jangkauan pembinaan serta meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga gateball di Tanah Air,” ujar dia saat membuka Kejurnas Gateball 2026, Selasa (20/10).

Diana menambahkan, Kejurnas tidak sekadar menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga momentum untuk memetakan potensi atlet dan mengukur kesiapan daerah dalam menghadapi Babak Kualifikasi PON serta PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut dia, persiapan menuju PON harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Sejumlah aspek yang perlu diperkuat meliputi kualitas atlet, kapasitas pelatih, keterampilan teknis, mental bertanding, hingga strategi menghadapi kompetisi.

Karena itu, Diana mendorong seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) PERGATSI untuk tidak hanya berpartisipasi dalam Kejurnas, tetapi juga menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) secara rutin dan memperbanyak turnamen antarklub di daerah masing-masing.

“Semakin banyak kompetisi yang diselenggarakan, semakin besar pula kesempatan bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan prestasi,” ucap dia.

Dia menilai, kesinambungan kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berprestasi.

Selain memperkuat kompetisi di dalam negeri, PB PERGATSI juga mendorong atlet dan klub untuk tampil dalam turnamen internasional. Diana mengungkapkan, sejumlah undangan kompetisi telah diterima dari India, Hong Kong, Australia, serta Bangkok, Thailand.

Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

PB PERGATSI bersama South East Asia Gateball Union (SeaGU) juga merencanakan penyelenggaraan turnamen gateball internasional pada Mei 2027. Bali, Yogyakarta, dan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sejumlah alternatif lokasi yang tengah dipertimbangkan.

Turnamen tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan gateball di kawasan Asia Tenggara sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan komunitas gateball internasional.

Tak hanya itu, PB PERGATSI dan SeaGU tengah mengupayakan agar gateball dapat dipertandingkan pada SEA Games 2027 di Malaysia, setidaknya sebagai cabang ekshibisi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas eksistensi gateball di kawasan sekaligus mempersiapkan peluang partisipasi pada SEA Games 2029 di Singapura.

“PB PERGATSI dan SeaGU juga tengah mengupayakan agar gateball dapat dipertandingkan pada SEA Games 2027 di Malaysia, setidaknya sebagai cabang ekshibisi, sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2029 di Singapura,” tutur Diana.

Lebih jauh, Diana berharap, Kejurnas Gateball 2026 dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dia turut menekankan pentingnya soliditas organisasi dan konsistensi pembinaan untuk mendorong perkembangan gateball Indonesia.

“Bersatu berarti memperkuat soliditas organisasi dan menyatukan visi. Berprestasi berarti meningkatkan kualitas pembinaan dan memperbanyak kompetisi. Sementara mendunia berarti meningkatkan daya saing atlet dan membawa nama Indonesia agar semakin diperhitungkan dalam percaturan gateball dunia,” pungkas Diana.

Pembukaan Kejurnas Gateball 2026 turut dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Ketua Harian PB PERGATSI Khalawi Abdul Hamid, serta Ketua Panitia Kejurnas Gateball 2026 Yuslan.

Editor: Risyad.

Komentar

Berita Terkait