Berkat Program OJK, Kalurahan Bendung Gunungkidul Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa

by Arianto Deni |
Berkat Program OJK, Kalurahan Bendung Gunungkidul Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa
Lurah Bendung, Didik Rubiyanto saat memaparkan 4 tahapan untuk mencapai desa mandiri pangan di hadapan Plt. Kepala OJK Jatim Horas V. M. Tarihoran (depan kanan), Kepala OJK DIY Eko Yunianto (depan kiri), dan awak media Jawa Timur

GUNUNGKIDUL - Di salah satu Desa EKI (Ekosistem Keuangan Inklusif) yakni; Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, DIY, telah mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui program pertanian terpadu Lumbung Mataraman.

Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan keterampilan warga, serta mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal.

Dalam sambutannya, Lurah Bendung, Didik Rubiyanto mengungkapkan bahwa, membangun kemandirian ekonomi masyarakat membutuhkan proses panjang, terutama dalam mengubah pola pikir dan meningkatkan keterampilan warga.

”Pembangunan fisik dinilai relatif lebih mudah dibandingkan membangun kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi utama agar program pertanian terpadu dapat berjalan secara berkelanjutan,” tandas Didik di Balai Kalurahan Bendung. Rabu, (28/10/2026) sore.

Lumbung Mataraman kini juga berkembang menjadi kawasan pembelajaran pertanian yang menarik perhatian berbagai daerah. Berdasarkan pemaparan perwakilan kalurahan, kawasan tersebut telah menerima kunjungan dari sejumlah wilayah, termasuk luar Pulau Jawa hingga Kepulauan Aru.

“Pengembangannya didukung kolaborasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengelola desa wisata, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta kelompok pemberdayaan perempuan untuk memperkuat produksi, pemasaran, dan pengelolaan potensi ekonomi desa,” beber Lurah Bendung dua periode iini.

Dari sisi sosial ekonomi, perwakilan kalurahan menyebut praktik rentenir yang sebelumnya marak pada 2018 kini dilaporkan menurun hingga sekitar 0,09 persen. Namun, angka tersebut disampaikan dalam sambutan tanpa disertai penjelasan mengenai metode penghitungan dan periode pengukuran.

”Pada 2026, Kalurahan Bendung kembali memperoleh dukungan melalui kolaborasi OJK dengan sektor perbankan, termasuk Bank BPD DIY yang memberikan dukungan pengelolaan sampah melalui BUMDes dan pengelola desa wisata,” sebut pria asal kelahiran Jember ini.

Selain pengelolaan sampah, Kalurahan Bendung memperoleh dukungan pengembangan rumah produksi atau greenhouse sayuran untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk memperkuat pasokan bahan pangan bagi program MBG di wilayah Semin.

”Pemerintah kalurahan berharap sinergi antarlembaga, penguatan kelembagaan ekonomi, serta peningkatan keterampilan masyarakat dapat memperluas peluang usaha dan menjadikan Lumbung Mataraman sebagai model pemberdayaan ekonomi perdesaan yang mandiri dan berkelanjutan,” ungkap pria kelahiran 1972 ini.

Kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, BUMDes, kelompok tani, dan pengelola desa wisata turut mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Dukungan lainnya mencakup rencana pengadaan mesin pengolahan sampah dan pengembangan fasilitas produksi sayuran untuk memperkuat pasokan pangan bagi program MBG di Kapanewon Kecamatan Semin kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.

“Melalui pengembangan pertanian terpadu dan kerja sama lintas lembaga, Kalurahan Bendung berharap mampu memperluas peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mewujudkan kemandirian ekonomi desa,” tutup Didik, sapaan akrabnya. (ari)

Komentar

Berita Terkait