Kontingen Kota Depok Dilepas, Bawa Misi Lima Besar di Porprov Jabar 2026

by Farauq Iskandar |
Kontingen Kota Depok Dilepas, Bawa Misi Lima Besar di Porprov Jabar 2026
Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Kota Depok yang akan berlaga di Porprov Jabar XV 2026 di Depok Open Space (DOS) Jumat (23/10). Foto: Telusur/Malik Sihite

telusur.co.id - Kota Depok memasang target menembus lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026.

Target tersebut menjadi tantangan baru bagi kontingen Depok yang sebelumnya membidik posisi 10 besar di tengah ketatnya persaingan olahraga di Jawa Barat.

Wali Kota Depok Supian Suri, secara langsung mengukuhkan dan melepas kontingen Kota Depok dalam acara di Depok Open Space, Jumat (23/10/2026).

Pelepasan ini menjadi momentum bagi para atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Ketua dan anggota DPRD Kota Depok, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok periode 2025-2029, Herry Suprianto, menyebut target lima besar yang disampaikan wali kota menjadi tambahan motivasi bagi atlet dan pengurus.

"Target 10 besar itu indikatornya jelas. Tapi ketika mendengar Pak Wali Kota menyampaikan lima besar, buat saya itu adalah dukungan tambahan kepada para atlet untuk berjuang," ujar dia.

Dia menambahkan, persaingan di Jawa Barat tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejumlah daerah, seperti Kota dan Kabupaten Bandung, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota dan Kabupaten Bekasi, memiliki kekuatan olahraga yang kompetitif.

Herry menyebut, Jawa Barat juga dikenal sebagai salah satu barometer prestasi olahraga nasional.

Oleh karenanya, dia menyampaikan bahwa Depok perlu mengukur kemampuan atlet secara realistis sekaligus mendorong peningkatan performa agar mampu bersaing dengan daerah-daerah unggulan.

Herry menegaskan, target lima besar tidak dimaksudkan sebagai beban bagi atlet maupun pengurus.

Sebaliknya, target tersebut diharapkan menjadi dorongan agar atlet mampu meningkatkan capaian, termasuk mengubah peluang medali perunggu menjadi perak atau emas.

Selain target prestasi, Herry melanjutkan, penghargaan bagi atlet peraih medali juga menjadi perhatian.

Dia bilang, Pemerintah Kota Depok menyiapkan bonus sebesar Rp75 juta bagi atlet peraih medali emas kategori perorangan pada Porprov Jabar 2026.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan bonus pada Porprov 2022 yang sebesar Rp60 juta.

Herry mengungkapkan besaran bonus untuk medali perak dan perunggu masih dalam penghitungan. Sementara itu, bonus bagi peraih emas kategori beregu juga masih dikalkulasikan dan diproyeksikan lebih besar daripada kategori perorangan.

KONI, lanjut dia, ingin menjadikan penghargaan tersebut sebagai salah satu motivasi bagi atlet untuk memberikan hasil terbaik.

Namun, Herry juga menekankan pentingnya evaluasi prestasi dan pemantauan kesiapan atlet melalui laporan masing-masing cabang olahraga.

Sejauh ini, KONI telah memantau hasil kejuaraan dan uji coba yang diikuti para atlet. Salah satu capaian yang menjadi indikator ialah keberhasilan cabang olahraga arung jeram meraih empat medali emas dalam kejuaraan yang diikuti sebelumnya.

Hasil tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk mengukur peluang medali sekaligus menentukan sasaran realistis kontingen Depok.

Di sisi penyelenggaraan, Kota Depok juga mematangkan persiapan sebagai salah satu tuan rumah Porprov Jabar XV 2026.

Ketua PB Porprov XV Jabar Kota Depok, Nina Suzana, menyebut kesiapan penyelenggaraan telah mencapai sekitar 90 hingga 93 persen.

Sejumlah pekerjaan akhir masih dilakukan, terutama pada fasilitas pertandingan dan kelengkapan pendukung di sejumlah venue.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian ialah Stadion Mahakam. Setelah sempat mengalami persoalan genangan air, area tersebut kembali dibenahi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkin) Kota Depok.

Nina menuturkan progres perbaikan Stadion Mahakam telah mendekati 90 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.

Pemasangan papan skor, sistem suara, papan informasi digital, serta pekerjaan pengecatan juga tengah diselesaikan. Sementara itu, lapangan Merpati dan Kukusan menjalani perataan permukaan dengan penambahan pasir.

"Kita optimistis. Insyaallah persiapan sudah hampir rampung. Tinggal kita petakan lagi dan memastikan seluruh venue siap digunakan," ungkap Nina.

Selain memastikan kelayakan fasilitas pertandingan, panitia juga berupaya melibatkan masyarakat dalam penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

Dikatakan Nina, Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat direncanakan mendapat ruang di sekitar venue untuk mendukung aktivitas ekonomi selama pertandingan berlangsung.

Lebih jauh, dia turut mengajak masyarakat Depok untuk hadir langsung menyaksikan pertandingan di venue yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Nina pun mengharapkan keterlibatan perangkat wilayah, mulai dari camat, lurah, pengurus RT dan RW, hingga unsur perlindungan masyarakat, untuk menggerakkan warga menyaksikan pertandingan.

Masyarakat, termasuk pelajar, dapat datang ke lokasi pertandingan tanpa dipungut biaya.

Laporan: Malik Sihite

Komentar

Berita Terkait