Pencegahan perundungan (bullying) perlu dimulai dari lingkungan terdekat anak, terutama keluarga dan sekolah. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Wahyuni Herman (SWH), menekankan pentingnya komunikasi, pendampingan, dan kepedulian bersama agar anak berani menyampaikan persoalan yang dihadapi serta merasa aman dalam proses tumbuh kembangnya.
Hal tersebut menjadi perhatian SWH dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan bertema “Cegah Bullying, Lindungi Masa Depan Generasi Muda” di Desa Pamayahan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Senin (19/10).
Menurut SWH, keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang menghargai setiap anak. Sikap saling menghormati perlu ditanamkan sejak dini, disertai perhatian terhadap pola interaksi anak di rumah, sekolah, maupun lingkungan pergaulan.
“Pencegahan bullying harus dimulai dari lingkungan terdekat anak. Orang tua dan pihak sekolah perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa nyaman untuk bercerita ketika menghadapi masalah. Jangan sampai anak merasa sendirian saat membutuhkan bantuan,” ujar SWH.
Ia menilai, anak yang merasa didengar dan dihargai akan memiliki ruang lebih baik untuk menyampaikan pengalaman maupun kesulitan yang mereka hadapi. Karena itu, orang tua dan tenaga pendidik perlu memberikan perhatian terhadap perubahan perilaku anak serta merespons setiap persoalan dengan bijak.
SWH juga menekankan bahwa pencegahan perundungan bukan hanya berkaitan dengan tindakan fisik. Perilaku mengejek, merendahkan, mengucilkan, atau mempermalukan orang lain juga perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan anak dalam berinteraksi.
“Anak-anak perlu diajarkan untuk menghargai perbedaan dan memperlakukan teman dengan baik. Ketika ada perilaku yang merendahkan atau menyakiti orang lain, lingkungan di sekitarnya perlu mengambil peran untuk mencegahnya, bukan membiarkannya,” katanya.
Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah saling mendukung. Lingkungan yang peduli diharapkan mampu membantu anak mendapatkan pendampingan yang tepat ketika menghadapi persoalan.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, SWH mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi generasi muda. Dengan komunikasi yang terbuka dan kepedulian yang berkelanjutan, anak diharapkan dapat tumbuh dengan rasa percaya diri serta memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan potensinya. (VC)