Persija Dihukum Rp90 juta dan Larangan Away, Shin Tae-yong Tuntut The Jakmania Introspeksi Diri

by Risyad Avisena |
Persija Dihukum Rp90 juta dan Larangan Away, Shin Tae-yong Tuntut The Jakmania Introspeksi Diri
Aksi The Jakmania pada laga vs Arema FC di Stadion Patriot, Bekasi, Rabu (21/10/2026). Foto: Telusur/Wijdanu Rahadian.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, angkat bicara mengenai sanksi berat yang dijatuhkan oleh operator kompetisi I.League kepada timnya dan kelompok suporter, The Jakmania. Pengumuman hukuman tersebut secara mengejutkan keluar hanya beberapa jam sebelum skuad Macan Kemayoran bertanding melawan Arema FC.

Beruntung, kabar buruk di luar lapangan tersebut tidak merusak fokus para pemain. Bertanding di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Rabu (21/10/2026) pada laga pekan keenam Super League musim 2026/2027, Persija tetap tampil trengginas.

Skuad ibu kota sukses mengamankan tiga poin lewat kemenangan telak 5-1 atas skuad Singo Edan.

Sanksi dari Komite Disiplin I.League tersebut diberikan sebagai buntut dari kericuhan suporter saat Persija melawat ke markas Persita di Banten International Stadium (BIS) pada Sabtu (17/10/2026) lalu.

Akibat insiden penyalaan petasan dan pelemparan suar (flare) di area stadion, Macan Kemayoran harus menanggung kerugian ganda. Persija dijatuhi denda sebesar Rp30 juta serta denda tambahan Rp60 juta, sehingga total sanksi finansial mencapai Rp90 juta.

Tidak hanya itu, suporter Persija juga mendapat hukuman berat berupa larangan menghadiri pertandingan tandang (away) selama setengah musim di kompetisi Super League.

Merespons hal tersebut, STY mengakui bahwa dirinya baru mengetahui adanya hukuman tersebut sesaat sebelum laga kontra Arema FC dimulai.

"Secara pribadi saya berpikir demikian. Ya, saya juga saat tiba di stadion mendapat laporan mengenai masalah sanksi kita. Pertama-tama, daripada menjadikan sanksi sebagai alasan, saya berharap fans kita tidak melakukan tindakan seperti itu lagi ke depannya," ujar STY usai pertandingan kepada awak media.

Menurut juru taktik asal Korea Selatan tersebut, tindakan tidak bertanggung jawab yang berujung pada denda dan pelarangan hadir di stadion pada akhirnya hanya akan menjadi bumerang bagi seluruh elemen tim.

"Karena dengan melakukan itu, yang mendapat kerugian adalah klub kita, skuad pemain, dan juga para fans sekalian yang akan sama-sama menerima kerugian, jadi saya berharap kejadian tidak menyenangkan seperti ini tidak terjadi lagi ke depannya," tegasnya.

Mantan pelatih timnas Indonesia tersebut memberikan pesan khusus sekaligus imbauan kedewasaan bagi para pendukung setia Persija.

Ia menekankan bahwa sanksi larangan away dan denda ini harus dijadikan pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Hal ini jelas, fans kita juga sama, semuanya harus melakukan introspeksi diri menurut saya," tutup STY.

Komentar

Berita Terkait