Ketua Umum PSSI Erick Thohir, buka suara terkait kelanjutan rencana laga FIFA Matchday Timnas Indonesia pada November mendatang. Pertandingan uji coba melawan Yordania dan Kuwait tersebut kini tengah dievaluasi secara serius menyusul memanasnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Ketika ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10), Erick menegaskan bahwa keselamatan seluruh jajaran tim, baik pemain maupun staf pelatih Skuad Garuda, merupakan hal mutlak yang tidak bisa ditawar.
"Sebenarnya, kami sudah memiliki kesepakatan dengan beberapa negara Timur Tengah untuk pertandingan persiapan menghadapi Piala Asia pada Januari."
"Namun, kondisi di Timur Tengah saat ini cukup memprihatinkan, terutama dari sisi keamanan. Keselamatan pelatih dan pemain kita menjadi prioritas," ujar Erick kepada awak media.
Untuk memastikan kelayakan dan jaminan keamanan, PSSI akan segera melakukan komunikasi intensif dengan federasi sepak bola dari negara-negara terkait. Keputusan final mengenai jadi atau tidaknya laga tersebut akan diambil dalam waktu dekat.
"Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya sudah menyepakati pertandingan untuk mengetahui bagaimana kondisi keamanan di sana," tambah Erick.
Ia meminta garansi keamanan dari masing-masing tuan rumah untuk berjalannya laga tersebut.
"Kalau mereka sendiri merasa tidak bisa menjamin keamanan, tentu kami harus mempertimbangkan kembali rencana tersebut," tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi, PSSI juga mulai menyiapkan opsi alternatif jika pertandingan di Timur Tengah terpaksa dibatalkan demi keamanan delegasi Indonesia. Sebab, jadwal terkini telah mepet dan tentu akan sulit mencari lawan karena beberapa negara sudah memiliki jadwal masing-masing.
"Kami tunggu perkembangan dalam satu hingga dua hari ini. Kalau kondisinya ternyata tidak kondusif, terpaksa kami harus mencari lawan tanding lain di negara lain," kata mantan Presiden Inter Milan tersebut.
Mencari lawan pengganti yang sepadan pada kalender FIFA Matchday dengan waktu yang terbilang mepet diakui Erick sebagai sebuah tantangan tersendiri. Terlebih, laga ini masuk dalam proyeksi pematangan taktik tim jelang turnamen bergengsi.
"Ini cukup kompleks, apalagi waktu yang tersisa hanya sekitar satu bulan. Jadi, tidak mudah. Namun, bagi saya, keselamatan pemain adalah yang utama," pungkas Erick.
Timnas Indonesia akan berlaga di Piala Asia 2027 yang dijadwalkan digelar di Arab Saudi. Skuad asuhan John Herdman berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Tim Merah-Putih akan memulai kiprahnya di ajang tersebut pada 11 Januari 2027 menghadapi Jepang.