16 Tahun Menjaga Laut Lebanon, LAF Medal Jadi Penutup Pengabdian TNI AL di UNIFIL - Telusur

16 Tahun Menjaga Laut Lebanon, LAF Medal Jadi Penutup Pengabdian TNI AL di UNIFIL

Admiral Mustafa Al-Ali, LAF Navy Commander, kepada Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah

telusur.co.id - Suasana hangat bercampur haru menyelimuti Markas Besar Angkatan Laut Lebanon (LAF Navy Headquarter) pada Jumat, 2 Januari 2026. Di hadapan para perwira tinggi dan prajurit, bendera Merah Putih berkibar gagah mendampingi bendera Lebanon. Hari itu menjadi saksi berakhirnya perjalanan panjang TNI Angkatan Laut dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

Pemerintah Lebanon, melalui Angkatan Lautnya, menganugerahkan LAF Medal kepada prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367, unsur Maritim Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL. Medali disematkan langsung oleh Admiral Mustafa Al-Ali, LAF Navy Commander, kepada Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL.

“Profesionalisme yang ditunjukkan oleh prajurit KRI SIM-367 telah menjadi standar tinggi dalam misi UNIFIL,” ujar Admiral Mustafa dengan penuh penghargaan.

Penyematan medali ini bukan hanya seremoni formal. Ia menjadi simbol pengakuan atas 16 tahun dedikasi tanpa henti TNI AL menjaga stabilitas keamanan maritim Lebanon. Selama bertugas, KRI SIM-367 dinilai berhasil mencegah masuknya senjata ilegal, meningkatkan kapasitas personel LAF Navy, sekaligus mempererat hubungan bilateral Indonesia–Lebanon melalui diplomasi budaya.

Kegiatan ini diawali dengan Courtesy Call yang berlangsung hangat, dilanjutkan dengan kunjungan Admiral Mustafa ke KRI SIM-367 untuk menghadiri Medal Parade. Kehadiran tersebut mencerminkan kedekatan dan rasa hormat yang terjalin antara kedua angkatan laut.

Bagi prajurit TNI AL, momen ini terasa emosional. LAF Medal bukan hanya penghargaan, melainkan juga tanda perpisahan. Setelah 16 tahun menjadi bagian dari Maritim Task Force UNIFIL, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P resmi menutup pengabdian Indonesia di perairan Lebanon.

Di balik senyum bangga para prajurit, tersimpan rasa haru: sebuah babak panjang pengabdian telah usai, namun jejak diplomasi dan persahabatan yang ditinggalkan akan terus hidup. [ham]


Tinggalkan Komentar