telusur.co.id - Kejuaraan Layangan Adu antarwilayah se-Jabodetabek akan segera digelar pada 14–15 Februari 2026 di Jalan Kayu Manis, Cibinong (belakang Masjid Attaqwa). Ajang ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus upaya menghidupkan kembali permainan tradisional layangan yang kini mulai jarang diminati masyarakat.
Ketua panitia, Ustaz Fahrulrozi, menjelaskan bahwa kejuaraan layangan adu tersebut digagas sebagai bentuk pelestarian budaya permainan rakyat yang lekat dengan kenangan masa kecil banyak orang.
“Tujuannya membudidayakan permainan layangan adu sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar pecinta layangan,” ujarnya saat ditemui di Cibinong, Bogor, Jumat (30/01/2026).
Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat kebersamaan antar komunitas layangan dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Ia pun berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung meriah dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta maupun masyarakat sekitar.
Terkait pendanaan, Fahrulrozi mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada sponsor yang mendukung secara resmi. Meski demikian, ia mengapresiasi semangat para anggota yang secara swadaya ikut berkontribusi demi terselenggaranya acara.
“Saya bersyukur para anggota mau berpartisipasi dan berkorban demi terlaksananya kejuaraan ini,” ungkapnya.
Kejuaraan Layangan Adu se-Jabodetabek ini diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan permainan tradisional, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal di tengah arus modernisasi.



