Gus Yahya Sebut Seluruh Unsur NU Hadiri Harlah Ke-100 Esok - Telusur

Gus Yahya Sebut Seluruh Unsur NU Hadiri Harlah Ke-100 Esok

Yahya Cholil Staquf saat melakukan Konferensi Pers di PBNU-Foto.PBNU

telusur.co.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa seluruh unsur Nahdlatul Ulama akan hadir dalam resepsi harlah ke-100 NU versi Masehi yang akan dilaksanakan esok, Sabtu (31/1/2026), di Istora Senayan, Jakarta.

Hal tersebut juga didorong oleh Muhammad Nuh, Rais Syuriyah PBNU, saat Rapat Pleno PBNU pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

"Pada kesempatan itu juga, salah seorang Rais Syuriyah, Pak Muhammad Nuh juga menyerukan kepada semuanya untuk bisa hadir berpartisipasi di dalam puncak resepsi peringatan harlah 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi ini, yaitu besok pagi jam 9:00 pagi," katanya saat Konferensi Pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Gus Yahya menegaskan bahwa seluruh kepengurusan PBNU, mulai mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, a'wan, hingga tingkat lembaga dan badan otonom akan hadir dalam acara tersebut.

"Alhamdulillah persiapan sudah lengkap. Akan hadir sebagai partisipan nanti seluruh segenap jajaran PBNU," katanya.

Gus Yahya mengaku optimis seluruh unsur PBNU insyaallah akan turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Seluruh unsur NU sudah kembali bersatu. Ini yang menjadi aspirasi seluruh provinsi dan cabang seluruh Indonesia supaya kembali bersama.

"Semuanya sudah menyatakan kembali guyub lagi. Pak Muhammad Nuh sudah menyerukan supaya semua ikut hadir resepsi harlah besok pagi," katanya.

Tidak hanya itu, perwakilan 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan 500-an Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) juga sudah mengonfirmasi hadir dalam agenda tersebut.

"Sebagian besar peserta sudah tiba dan menyiapkan diri di pusat penginapan di Hotel Sultan Jakarta," ujarnya.

Gus Yahya memperkirakan jumlah keseluruhan peserta dan jamaah yang akan hadir antara 8-10 ribu orang dalam peringatan harlah 100 tahun NU berdasarkan kalender Masehi besok. Karena keterbatasan tempat, panitia juga menyiapkan instrumen khusus di luar Istora.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa dalam peringatan harlah ke-100 NU ini juga, pihaknya telah mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan segenap menteri, pimpinan lembaga negara, serta duta-duta besar negara sahabat.

"Mudah-mudahan besok Bapak Presiden tidak berhalangan, bisa hadir bersama kami. Hal teknos sudah dikoordinasikan termasuk sama Paspampres," ujarnya.

Sebagai rangkaian acara harlah ke-100 NU, PBNU telah melaksanakan sejumlah acara, antara lain halaqah road map 25 tahun NU yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 25 Januari 2026 lalu.

Pada Jumat (30/1/2025) ini juga digelar Inisiatif program NU dengan entitas bisnis internasional, Harvest Corporation yang berbasis di Singapura, di Hotel JW Marriot Jakarta. Inisiatif tersebut berupa Syariah Double Services, inisiatif membangun basis pelayanan syariah global.

*Tema*

Gus Yahya menyampaikan bahwa tema harlah ke-100 NU ini sudah ditetapkan pada 21 Agustus 2025 lalu, yakni "Mengawal Indonesia Merdeka menuju Peradaban Mulia".

"Visi NU ini sebetulnya sebangun dengan visi proklamasi kemerdekaan, yaitu untuk memperjuangkan peradaban mulia," ujar Gus Yahya.

Secara harfiah di dalam pembukaan proklamasi ini untuk peradaban mulia, bukan untuk kepentingan bangsa rakyat Indonesia sendiri, tapi untuk seluruh umat manusia.

"Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan pri-keadilan," katanya mengutip Pembukaan UUD 1945.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa aspirasi proklamasi kemerdekaan itu bukan hanya aspirasi Indonesia, tapi segala bangsa. "Kemerdekaan Indonesia ini memperjuangkan peradaban mulia untuk seluruh umat manusia," katanya.

Sebagimana diketahui, NU dilahirkan pada 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926 M. Sebelumnya, pada 2023 lalu di Sidoarjo, Jawa Timur, digelar peringatan harlah 1 abad NU versi Hijriah. "Sekarang kita akan peringati 100 tahun menurut Kalender Masehi," katanya.


Tinggalkan Komentar