telusur.co.id - Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan telah mengevakuasi puluhan ribu warganya dari kawasan Timur Tengah sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyebut lebih dari 50.000 warga negara AS telah menerima bantuan evakuasi dan panduan perjalanan. Selain itu, pemerintah AS juga mengoperasikan lebih dari 60 penerbangan carter.
“Sejak 28 Februari, lebih dari 70.000 warga Amerika telah kembali dengan selamat dari Timur Tengah,” tulis Pigott melalui platform X (platform).
Evakuasi besar-besaran tersebut dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk wilayah ibu kota Teheran pada 28 Februari.
Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil, termasuk insiden di sebuah sekolah khusus perempuan yang disebut menimbulkan banyak korban jiwa. Dalam laporan yang sama, juga disebutkan adanya korban dari kalangan pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, meski informasi tersebut masih menjadi bagian dari eskalasi klaim konflik yang berlangsung.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, memperluas skala konflik regional.
AS dan Israel sebelumnya menyatakan bahwa operasi mereka merupakan langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, kedua negara juga mengisyaratkan tujuan yang lebih luas terkait perubahan kekuasaan di Teheran.
Situasi yang terus meningkat ini mendorong berbagai negara untuk mengeluarkan peringatan perjalanan dan mempercepat proses evakuasi warga negara mereka dari kawasan yang terdampak konflik. [ham]



