Badai Musim Dingin Perparah Krisis Gaza, 5 Orang Meninggal Dunia - Telusur

Badai Musim Dingin Perparah Krisis Gaza, 5 Orang Meninggal Dunia

Bangunan-bangunan yang rusak akibat serangan Israel. foto AFP

telusur.co.id - Setidaknya lima warga Palestina meninggal akibat badai musim dingin yang melanda Gaza pada Selasa (13/1). Bangunan-bangunan yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel runtuh diterpa angin kencang, menimpa tenda-tenda darurat tempat warga berlindung. Korban termasuk dua perempuan, seorang anak perempuan, dan seorang pria, menurut laporan Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza juga melaporkan kematian seorang anak laki-laki berusia satu tahun karena hipotermia, serta dua anak lainnya yang meninggal pada Senin malam akibat cuaca dingin ekstrem dan tempat berlindung yang tidak memadai. Laporan tambahan menyebutkan anak-anak dan lansia lain turut menjadi korban.

Di tengah badai, ratusan tenda darurat rusak atau tertiup angin, menurut kantor kemanusiaan PBB. Salah satu tragedi paling memilukan menimpa keluarga Hamouda: Mohamed Hamouda (72), cucunya (15), dan menantunya tewas ketika tembok setinggi delapan meter runtuh menimpa tenda mereka di pesisir Kota Gaza. Kerabat mereka kini berusaha membangun kembali tempat berlindung dari puing-puing.

“Dunia telah mengizinkan kita untuk menyaksikan kematian dalam segala bentuknya,” kata Bassel Hamouda usai pemakaman keluarganya.

Sementara itu, militer Israel melaporkan baku tembak di Gaza selatan yang menewaskan sedikitnya dua orang di Rafah barat.

Juru bicara pertahanan sipil Mahmoud Basal memperingatkan dampak buruk badai bagi warga Gaza yang sebagian besar tinggal di tenda darurat sejak rumah mereka hancur akibat perang. Kelompok bantuan menegaskan bahwa pasokan bahan tempat tinggal tidak mencukupi, meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober.

PBB bersama mitra kemanusiaan telah menyalurkan tenda, terpal, selimut, pakaian, serta kebutuhan nutrisi dan kebersihan. Namun, Israel disebut terus memblokir masuknya bantuan penting ke Gaza, yang dinilai melanggar gencatan senjata.

Dalam pernyataannya, Hamas menyesalkan kegagalan komunitas internasional memberikan bantuan memadai. Mereka menyebut meningkatnya korban jiwa dan penyebaran penyakit sebagai bukti bahwa Gaza tengah mengalami “bentuk genosida paling mengerikan.” [ham]


Tinggalkan Komentar